Bola / Bola Dunia
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:05 WIB
Mohamed Salah (IG)
Baca 10 detik
  • Mesir tersingkir dari Piala Afrika 2025 setelah kalah tipis 0-1 melawan tim nasional Senegal.

  • Sadio Mane menjadi pencetak gol tunggal yang memupuskan harapan Mohamed Salah meraih gelar juara.

  • Mohamed Salah tercatat telah gagal meraih trofi meskipun sudah tampil apik dengan empat gol.

Suara.com - Ambisi besar Mohamed Salah untuk mengangkat trofi Piala Afrika 2025 harus berakhir dengan duka mendalam.

Langkah tim nasional Mesir terhenti secara dramatis saat berhadapan dengan kekuatan besar benua hitam yakni Senegal.

Pertandingan yang mempertemukan dua ikon sepak bola dunia ini menyajikan tensi tinggi sejak peluit awal.

Mesir yang mengandalkan kreativitas Salah justru kesulitan membongkar pertahanan rapat yang dibangun oleh skuad Senegal.

Laga ini menjadi panggung pembuktian bagi Sadio Mane yang kembali menunjukkan tajinya di level internasional.

Skor tipis 0-1 menjadi hasil akhir yang harus diterima dengan lapang dada oleh para pendukung Mesir.

Pertarungan yang berjalan sangat alot ini hanya mampu menghasilkan satu gol pembeda di papan skor.

Pahlawan kemenangan bagi tim Senegal tidak lain adalah penyerang andalan mereka yaitu sosok Sadio Mane.

Gol yang sangat krusial tersebut tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke-78 di babak kedua.

Baca Juga: Ngeri! Anggota FBI Pantau Laga Maroko vs Kongo di Piala Afrika 2025, Mau Nyulik Siapa?

Hantaman gol tunggal dari Mane tersebut langsung meruntuhkan semangat juang pasukan The Pharaohs di lapangan hijau.

Kekalahan menyakitkan dari musuh bebuyutan mereka ini membuat Mesir harus mengubur mimpi tampil di final.

Mohamed Salah dan rekan-rekan setimnya dipastikan tidak akan mencicipi atmosfer partai puncak turnamen bergengsi ini.

Kini fokus skuad Mesir harus segera dialihkan pada pertandingan perebutan tempat ketiga di laga mendatang.

Laga hiburan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Mesir untuk membawa pulang medali dari ajang ini.

Kekecewaan terlihat jelas di wajah para pemain setelah perjuangan keras mereka tidak membuahkan hasil maksimal.

Hasil negatif di Piala Afrika 2025 ini memperpanjang catatan kelam Salah bersama tim nasional negaranya.

Pemain sayap milik Liverpool tersebut seolah masih dijauhi keberuntungan untuk merengkuh gelar juara di Afrika.

Sebelumnya Mohamed Salah tercatat sudah pernah membawa Mesir melaju hingga babak final sebanyak dua kali.

Namun dalam dua kesempatan emas di partai puncak tersebut dirinya selalu berakhir sebagai pihak yang kalah.

Kenangan pahit pertama terjadi pada edisi 2017 saat Mesir dipaksa menyerah oleh Kamerun dengan skor 1-2.

Momen menyakitkan kedua kembali dialami Salah pada partai final Piala Afrika edisi tahun 2021 silam.

Kala itu langkah Mesir kembali dihentikan oleh Senegal melalui drama pertandingan yang sangat menguras emosi.

Pada turnamen tahun 2025 ini performa Salah sebenarnya tidak bisa dikatakan buruk secara statistik individu.

Mantan pemain AS Roma itu berhasil menyumbangkan total empat gol selama perjalanan Mesir menuju babak semifinal.

Sayangnya performa impresif tersebut seolah menghilang dan berakhir antiklimaks saat mereka bertemu dengan Senegal kembali.

Setelah kegagalan ini para pencinta sepak bola mulai mempertanyakan masa depan Salah di level internasional.

Edisi Piala Afrika berikutnya dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2027 sebagai ajang balas dendam selanjutnya.

Pada saat turnamen tersebut digelar Mohamed Salah akan memasuki usia yang cukup senior yakni 35 tahun.

Faktor usia tentu akan menjadi tantangan besar bagi sang kapten untuk tetap tampil di level tertinggi.

Dibutuhkan upaya ekstra keras agar kondisi fisiknya tetap bugar demi memimpin Mesir di kompetisi masa depan.

Meskipun gagal kali ini kontribusi Salah tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Mesir.

Dukungan dari publik Kairo dan seluruh penggemar Mesir tetap mengalir deras untuk pemain bernomor punggung sepuluh itu.

Semangat juang Salah diharapkan tidak padam demi mewujudkan mimpi membawa trofi Piala Afrika ke tanah airnya.

Perjalanan karier Salah akan terus dipantau seiring usahanya menjaga performa prima dalam dua tahun ke depan.

Kini publik hanya bisa menunggu apakah keajaiban akan hadir bagi Salah di senja karier sepak bolanya.

Load More