-
PSSI memberikan kebebasan penuh kepada John Herdman untuk memilih asisten pelatih lokal secara mandiri.
-
Sumardji menegaskan federasi hanya memberikan rekomendasi tanpa melakukan intervensi terhadap keputusan akhir pelatih.
-
Sejumlah nama kandidat asisten lokal akan menjalani proses wawancara langsung dengan John Herdman.
Suara.com - PSSI secara resmi membebaskan John Herdman untuk menentukan sendiri siapa sosok yang layak menjadi pendampingnya nanti sebagai asisten pelatih.
Federasi menegaskan tidak akan ada campur tangan atau intervensi dalam menentukan pengisi kursi asisten pelatih tersebut.
Hingga detik ini, John Herdman baru didampingi oleh satu orang tangan kanan asing yakni Cesar Meylan.
Kebutuhan akan tenaga ahli dari dalam negeri menjadi prioritas untuk memperkuat koordinasi serta adaptasi budaya tim.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menekankan bahwa pihaknya menghargai otoritas penuh sang pelatih kepala.
Pihak federasi tidak ingin memaksakan nama tertentu untuk masuk ke dalam jajaran staf kepelatihan inti tersebut.
Sumardji menyatakan bahwa urusan teknis dan komposisi tim sepenuhnya merupakan hak prerogatif dari mantan pelatih Kanada itu.
"Kalau kaitanyya dengan strategi dan lain-lain itu terserah pelatih, kami tidak ada intervensi apa-apa," kata Sumardji di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi kebebasan berkreasi staf kepelatihan dalam meramu taktik terbaik bagi timnas.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
Meskipun memberikan kebebasan, PSSI tetap berperan aktif dalam menyaring kandidat potensial dari pelatih-pelatih terbaik tanah air.
Peran federasi dibatasi hanya pada tahap menyodorkan daftar rekomendasi nama yang dinilai memiliki kapabilitas mumpuni saat ini.
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut nantinya akan menjalani proses penyaringan yang sangat ketat secara profesional.
Sosok pelatih asal Inggris itu nantinya yang memegang kendali akhir untuk menentukan siapa yang paling kompeten.
Hingga laporan ini diturunkan, daftar resmi kandidat yang akan disodorkan PSSI masih disimpan rapat dari publik.
Kendati demikian, beberapa nama pelatih lokal ternama mulai santer dikaitkan akan mengisi posisi strategis tersebut segera.
Sosok mantan pelatih Timnas U-17, Bima Sakti, disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat yang masuk bursa.
Selain itu, muncul pula nama legenda sepak bola Indonesia seperti Ricardo Salambessy dalam daftar perbincangan hangat tersebut.
Zulkifli Syukur juga menjadi figur yang dinilai memiliki prospek cerah untuk mendampingi Herdman di pinggir lapangan hijau.
Kehadiran sosok lokal diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemain dan staf kepelatihan asing.
PSSI ingin memastikan bahwa chemistry antara pelatih kepala dan asistennya terbentuk secara organik sejak awal pertemuan.
"Setelah itu baru John nanti interview, nah dari beberapa nama itu, terserah John pilih siapa yang layak untuk mendampingi dia untuk menjadi asisten lokal," jelas Sumardji.
Metode wawancara langsung dianggap sebagai cara paling adil untuk mengukur kesamaan visi dan misi dalam bertanding.
Sumardji berencana segera melakukan pertemuan khusus dengan John Herdman untuk membahas kebutuhan asisten lokal secara mendetail.
"Setelah ini saya akan bicara ke dia, dia minta beberapa asisten lokal, nangi akan saya sampaikan."
Fokus utama PSSI adalah menyajikan pilihan tenaga pelatih terbaik yang dimiliki oleh Indonesia saat ini kepada Herdman.
Langkah ini juga menjadi sarana transfer ilmu bagi pelatih lokal untuk belajar langsung dari pelatih berstandar dunia.
"Intinya, kami ingin menyajikan semua pelatih-pelatih kita itu ke John, supaya nanti John sendiri yang interview, itu lebih baik," pungkasnya.
Dengan sistem ini, diharapkan terjadi kolaborasi yang solid demi mencapai target prestasi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Seluruh mata pencinta sepak bola nasional kini tertuju pada keputusan akhir yang akan diambil oleh John Herdman.
Kebebasan yang diberikan oleh PSSI diharapkan berbanding lurus dengan hasil yang dicapai oleh Timnas Indonesia nantinya.
Masyarakat menantikan sentuhan dingin Herdman dalam memadukan talenta lokal dengan filosofi sepak bola modern yang diusungnya.
Proses seleksi asisten pelatih ini menjadi fondasi awal dari pembangunan struktur tim yang lebih kokoh dan profesional.
Kesolidan staf pelatih akan menjadi kunci utama dalam menghadapi turnamen-turnamen internasional yang sudah menunggu di depan mata.
Kredibilitas John Herdman kini dipertaruhkan dalam memilih rekan kerja yang tepat untuk membangkitkan kejayaan sepak bola Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen