Bola / Bola Indonesia
Kamis, 15 Januari 2026 | 17:30 WIB
Bek Justin Hubner saat membela Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain (tangkapan layar vision+)
Baca 10 detik
  • Justin Hubner menyatakan tekanan publik di Indonesia jauh lebih kejam dibandingkan saat berkarier di Belanda.
  • Ekspektasi publik sepak bola Tanah Air sangat besar, menuntut pemain Timnas Indonesia memiliki mental baja kuat.
  • Dukungan dari tunangan, agen, dan manajer menjadi faktor krusial bagi Hubner menghadapi tekanan tersebut.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, mengungkap sisi lain perjuangan membela Garuda yang jarang diketahui publik.

Menurutnya, tekanan yang diterima pemain Timnas Indonesia jauh lebih besar dan kejam dibandingkan saat dirinya berkarier di Belanda.

Justin Hubner menilai besarnya ekspektasi publik sepak bola Tanah Air membuat setiap pemain harus memiliki mental baja.

Jika tidak siap secara psikologis, tekanan tersebut bisa membuat seorang pemain tersingkir lebih cepat.

Pemain berusia 22 tahun itu bukan sosok baru di lingkungan Timnas Indonesia.

Ia telah melewati berbagai level tim nasional, mulai dari Timnas U-20, Timnas U-23, hingga timnas senior. Bersama skuad utama Garuda, Justin Hubner sudah mengoleksi 18 caps, sebuah bukti kepercayaan pelatih terhadap kualitasnya di lini pertahanan.

Sebagai pesepak bola profesional, tekanan memang menjadi bagian dari pekerjaan.

Namun, Hubner menegaskan bahwa tekanan yang ia rasakan di Indonesia memiliki skala yang jauh berbeda. Saat membela Fortuna Sittard di Eredivisie, kritik masih terasa lebih terbatas dan terkendali.

“Di Belanda, kritik datang dari beberapa ratus orang. Di Indonesia, bisa mencapai seratus ribu orang,” ujar Justin Hubner, dikutip dari De Limburger.

Baca Juga: Setelah Bulgaria, Peru Disebut Bakal Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia terhadap sepak bola membuat setiap penampilan pemain Timnas selalu berada di bawah sorotan tajam.

Kesalahan sekecil apa pun dapat memicu gelombang kritik besar, terutama melalui media sosial yang bergerak sangat cepat.

Meski begitu, Justin Hubner mengaku mulai terbiasa menghadapi situasi tersebut. Ia belajar untuk tetap fokus pada tugas di lapangan dan tidak membiarkan kritik dari luar mengganggu performanya bersama Timnas Indonesia.

“Saya harus menghadapi tekanan itu. Saya semakin mahir dalam menghadapinya,” ujar Hubner.

Bek berdarah Belanda-Indonesia itu juga menekankan pentingnya peran orang-orang terdekat dalam menjaga kondisi mentalnya.

Dukungan dari tunangan, agen, dan manajer menjadi faktor krusial yang membantunya bertahan dan berkembang di tengah tekanan besar sebagai pemain Timnas Indonesia.

Load More