- CIA berhasil mengidentifikasi lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelum serangan AS dan Israel.
- Pelacakan CIA selama berbulan-bulan mencapai terobosan saat mengidentifikasi pertemuan pukul 09.40 di Teheran.
- Israel mengonfirmasi keberhasilan serangan udara mereka dipandu oleh intelijen sangat akurat mengenai posisi Khamenei.
Suara.com - Tabir gelap yang menyelimuti operasi militer di jantung Iran mulai tersingkap. Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi lokasi tepat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
CIA mengetahui posisi Ali Khamenei sesaat sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi.
Kerja sama intelijen ini memberikan data yang disebut-sebut memiliki tingkat "berakurasi tinggi" dalam membentuk keberhasilan operasi tersebut.
Laporan mendalam dari The New York Times, yang mengutip pejabat-pejabat senior yang mengetahui masalah ini, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil kerja semalam.
Ini adalah puncak dari pengintaian teknis dan manusia yang sangat kompleks di salah satu wilayah yang paling sulit ditembus di dunia.
Pelacakan Berbulan-bulan dan Terobosan Pukul 09.40
Menurut laporan intelijen tersebut, CIA telah melacak pergerakan Ayatollah Ali Khamenei selama berbulan-bulan.
Fokus utama mereka adalah menyempurnakan pemahaman tentang pola keamanan, rute perjalanan, hingga kebiasaan harian sang pemimpin tertinggi.
Data ini dikumpulkan melalui berbagai kanal intelijen mutakhir untuk memetakan setiap kemungkinan celah dalam pengamanan ketat garda Iran.
Baca Juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terobosan besar terjadi ketika CIA mendapatkan informasi krusial, bahwa Khamenei dijadwalkan menghadiri pertemuan pagi dengan para pejabat senior Iran.
Pertemuan tersebut berlokasi di sebuah kompleks kepemimpinan yang terletak di pusat kota Teheran, sebuah area yang selama ini dianggap sebagai zona paling aman di seluruh Iran.
Setelah intelijen ini dibagikan kepada Israel, kedua negara segera melakukan penyesuaian drastis terhadap rencana operasi mereka.
Awalnya, serangan direncanakan untuk dilakukan di bawah kegelapan malam guna meminimalisir risiko deteksi.
Namun, demi memanfaatkan peluang emas saat Khamenei berada di lokasi yang teridentifikasi, waktu serangan digeser menjadi siang hari, tepatnya pada pukul 9.40 pagi waktu Teheran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih dan CIA dilaporkan menolak untuk memberikan komentar resmi terkait rincian laporan The New York Times tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
-
Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan