News / Internasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 23:21 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei semasa hidup (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]
Baca 10 detik
  • CIA berhasil mengidentifikasi lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelum serangan AS dan Israel.
  • Pelacakan CIA selama berbulan-bulan mencapai terobosan saat mengidentifikasi pertemuan pukul 09.40 di Teheran.
  • Israel mengonfirmasi keberhasilan serangan udara mereka dipandu oleh intelijen sangat akurat mengenai posisi Khamenei.

Suara.com - Tabir gelap yang menyelimuti operasi militer di jantung Iran mulai tersingkap. Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi lokasi tepat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

CIA mengetahui posisi Ali Khamenei sesaat sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi.

Kerja sama intelijen ini memberikan data yang disebut-sebut memiliki tingkat "berakurasi tinggi" dalam membentuk keberhasilan operasi tersebut.

Laporan mendalam dari The New York Times, yang mengutip pejabat-pejabat senior yang mengetahui masalah ini, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil kerja semalam.

Ini adalah puncak dari pengintaian teknis dan manusia yang sangat kompleks di salah satu wilayah yang paling sulit ditembus di dunia.

Pelacakan Berbulan-bulan dan Terobosan Pukul 09.40

Menurut laporan intelijen tersebut, CIA telah melacak pergerakan Ayatollah Ali Khamenei selama berbulan-bulan.

Fokus utama mereka adalah menyempurnakan pemahaman tentang pola keamanan, rute perjalanan, hingga kebiasaan harian sang pemimpin tertinggi.

Data ini dikumpulkan melalui berbagai kanal intelijen mutakhir untuk memetakan setiap kemungkinan celah dalam pengamanan ketat garda Iran.

Baca Juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas

Terobosan besar terjadi ketika CIA mendapatkan informasi krusial, bahwa Khamenei dijadwalkan menghadiri pertemuan pagi dengan para pejabat senior Iran.

Pertemuan tersebut berlokasi di sebuah kompleks kepemimpinan yang terletak di pusat kota Teheran, sebuah area yang selama ini dianggap sebagai zona paling aman di seluruh Iran.

Setelah intelijen ini dibagikan kepada Israel, kedua negara segera melakukan penyesuaian drastis terhadap rencana operasi mereka.

Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]

Awalnya, serangan direncanakan untuk dilakukan di bawah kegelapan malam guna meminimalisir risiko deteksi.

Namun, demi memanfaatkan peluang emas saat Khamenei berada di lokasi yang teridentifikasi, waktu serangan digeser menjadi siang hari, tepatnya pada pukul 9.40 pagi waktu Teheran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih dan CIA dilaporkan menolak untuk memberikan komentar resmi terkait rincian laporan The New York Times tersebut.

Peran Krusial Intelijen Israel (IDF)

Dalam sebuah pernyataan resmi dari militer Israel (IDF), mereka menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini adalah hasil dari sinergi intelijen yang luar biasa akurat.

Kematian Khamenei dipandang sebagai pencapaian strategis terbesar dalam upaya mereka melumpuhkan kekuatan yang mereka sebut sebagai poros teror di kawasan tersebut.

“Ali Khamenei merupakan sasaran operasi oleh Angkatan Udara Israel, yang dipandu intelijen IDF secara akurat. Persisnya saat dia berada di kompleks pemerintahan, Teheran, bersama pejabat senior lain," demikian pernyataan militer Israel.

Load More