- AC Milan mengalahkan Como 3-1 di Giuseppe Sinigaglia, meskipun Como mendominasi statistik pertandingan secara keseluruhan.
- Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengakui Milan pantas menang karena penampilan individu Maignan dan Rabiot.
- Kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Como di kandang dan menjadi fokus perbaikan mental tim muda.
Suara.com - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengakui AC Milan pantas mendapat kredit atas kemenangan 3-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Namun, mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, mengingat Como tampil dominan hampir di semua aspek permainan.
Como membuka laga dengan sempurna lewat gol sundulan Marc-Oliver Kempf pada menit ke-10.
Sejak itu, tuan rumah menekan dan menciptakan banyak peluang. Namun, serangkaian penyelamatan gemilang Mike Maignan menjaga Milan tetap bertahan.
Momentum kemudian berbalik ketika Christopher Nkunku menyamakan skor lewat penalti tepat sebelum turun minum, disusul dua gol Adrien Rabiot di babak kedua.
Fabregas menegaskan hasil akhir memaksa timnya untuk berbenah, meski performa di lapangan patut diapresiasi.
“Kami kalah, jadi tentu harus memperbaiki diri. Tapi apa yang bisa dikatakan kepada para pemain yang bermain seperti ini dan tetap kalah 1-3?” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Ia menyoroti bahwa sebelum laga ini, Como memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik di Eropa. Menurutnya, setiap tim punya kekuatan dan kelemahan, dan kesempurnaan tidak pernah ada.
“Kami mengucapkan selamat kepada Milan. Mereka menang dan berhak merayakannya. Tugas saya sekarang adalah mengangkat mental para pemain. Menang atau kalah, kami harus terus berkembang,” tambahnya.
Baca Juga: Taktik Cerdas Massimiliano Allegri Ubah Formasi 3 Kali Hingga AC Milan Menang Telak Atas Como
Ini menjadi kekalahan kandang pertama Como musim ini, sekaligus membuat mereka tanpa kemenangan dalam dua laga terakhir setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Bologna.
Ironisnya, statistik pertandingan berpihak pada Como, penguasaan bola, jumlah operan, tembakan ke gawang, hingga xG—semuanya unggul. Namun papan skor berkata lain.
Fabregas bahkan mengakui ia tak langsung berbicara kepada pemain seusai laga, hal yang jarang ia lakukan.
“Kami harus bekerja pada mentalitas karena ini tim muda. Biasanya saya langsung bicara setelah peluit akhir, tapi hari ini tidak,” ujarnya sambil tersenyum pahit.
Ia kembali menekankan peran individu Milan dalam menentukan hasil.
“Kadang Anda harus mengangkat topi dan mengakui individu yang membuat perbedaan. Bravo untuk Maignan dan Rabiot. Milan memang pantas mendapat kredit.”
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Taktik Cerdas Massimiliano Allegri Ubah Formasi 3 Kali Hingga AC Milan Menang Telak Atas Como
-
Cesc Fabregas Akui Keunggulan AC Milan Setelah Skuad Massimiliano Allegri Menang Telak atas Como
-
Klasemen Serie A Liga Italia: Rossoneri Dekati Nerazzurri Usai Menang Comeback Atas Como
-
Hasil Liga Italia: Adrien Rabiot Cetak Brace Bawa AC Milan Tundukkan Como Skor 3-1
-
UEFA Umumkan Pendapatan Klub Serie A Italia: Inter Raih Rp2,3 T, Juventus dan AC Milan Menyusul
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku
-
Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia