- Media Italia mengungkapkan Pescara mengajukan proposal peminjaman Barba enam bulan, gratis atau murah, dengan opsi beli wajib jika bertahan di Serie A.
- Pescara memanfaatkan keinginan Barba kembali ke Italia karena alasan pribadi dan kurangnya adaptasi, yang merugikan Persib Bandung.
- Persib Bandung menolak tawaran tersebut karena dianggap sangat merugikan, mengingat Barba terikat kontrak hingga tahun 2027.
Suara.com - Teka-teki di balik saga transfer bek andalan Persib Bandung, Federico Barba akhirnya mulai tersibak.
Media Italia secara blak-blakan membongkar detail proposal penawaran yang disodorkan oleh Pescara, sebuah tawaran yang dinilai sangat tidak masuk akal dan jelas merugikan Maung Bandung.
Seperti diketahui, Pescara menjadi salah satu dari tiga klub Serie B yang paling serius memburu tanda tangan Federico Barba.
Mereka bahkan dilaporkan telah melakukan langkah konkret dengan mengirimkan proposal resmi.
Namun menurut laporan media Italia, Tutto Mercato Web proposal tersebut sangat jauh dari kata pantas.
Pescara mencoba memanfaatkan keinginan sang pemain untuk kembali ke Italia dengan menyodorkan tawaran yang minim risiko finansial bagi mereka.
"Pescara telah mengusulkan peminjaman selama enam bulan, gratis atau dengan biaya rendah, dengan opsi pembelian yang akan menjadi wajib jika mereka tetap berada di divisi teratas," tulis laporan Tutto Mercato Web, Sabtu (17/1/2026).
Tawaran ini jelas sangat merugikan bagi Persib. Mereka diminta untuk melepas pilar utama pertahanan mereka secara cuma-cuma atau dengan biaya sangat rendah dengan kewajiban pembelian yang bahkan belum pasti, karena bergantung pada nasib Pescara di akhir musim.
Media Italia itu juga tak segan mengungkap strategi licik Pescara. Mereka disebut sengaja mencoba memanfaatkan situasi personal sang pemain untuk menekan Persib.
Baca Juga: Selamat Tinggal, Thom Haye Kembali ke Eropa
"Klub asal Abruzzo ini mencoba memanfaatkan keinginan pemain kelahiran 1993 itu untuk meninggalkan Indonesia karena alasan pribadi dan kurangnya adaptasi terhadap lingkungan barunya," tulis laporan tersebut.
Tak heran, Persib Bandung dengan tegas menolak mentah-mentah proposal tersebut.
Dengan Barba yang masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2027 dan perannya yang sangat vital di lini belakang, melepasnya dengan skema seperti itu adalah sebuah kerugian besar.
"Namun, tawaran ini belum menarik minat Persib, yang terikat kontrak dengan pemain tersebut hingga 2027, dan mereka tidak ingin melepas pemimpin lini pertahanan mereka," lanjut laporan itu.
Meskipun tawaran pertamanya gagal total, Pescara dilaporkan belum menyerah.
"Pescara terus berupaya secara diam-diam untuk membawa kembali Federico Barba yang berpengalaman ke Italia guna memperkuat lini pertahanan mereka," tutup laporan tersebut.
Berita Terkait
-
Joey Pelupessy Sukses Jaga Asa Promosi Lommel SK, Tuntaskan Janji atau Gabung Persib?
-
Sering Dibantah! Maarten Paes Bingung Masih Dibilang Bakal Gabung Persib
-
Persib Bandung Lepas Dua Eks Persija Jakarta
-
Disebut Ada Kesepakatan Personal dengan Persib, Maarten Paes Bantah Keras
-
Bojan Hodak Blak-blakan soal Kondisi Fisik Skuad Persib Jelang Putaran Kedua Super League
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek