-
Pascal Struijk menolak naturalisasi Indonesia karena tetap memprioritaskan impian membela tim nasional Belanda.
-
Bek Leeds United ini sedang fokus penuh menyelamatkan klubnya dari ancaman degradasi Liga Inggris.
-
Struijk mengapresiasi dukungan luar biasa fans Indonesia namun memilih fokus pada performa individu lapangan.
"Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan. Saya ingin mengakhiri musim ini dengan kuat bersama Leeds United. Kami ingin bertahan di Premier League dan finis setinggi mungkin," ucapnya.
Hasrat untuk mengenakan jersey kebanggaan Belanda tetap menjadi motor penggerak utama dalam setiap tetes keringatnya.
Ia percaya bahwa konsistensi di level klub akan menjadi kunci pembuka pintu bagi karir internasionalnya kelak.
Persaingan bek tengah di Belanda memang sangat kompetitif namun ia tidak gentar untuk terus bersaing secara sehat.
Struijk menyadari bahwa standar yang ditetapkan oleh tim kepelatihan Belanda sangat tinggi bagi setiap calon pemain.
Oleh karena itu ia terus mengasah kemampuan bertahan dan visi bermainnya agar terpantau oleh radar tim nasional.
"Bermain untuk tim nasional Belanda masih selalu menjadi impian bagi saya. Itu tergantung pada bagaimana performa saya di lapangan," ia menambahkan.
Menjaga kualitas permainan di setiap pekan adalah cara terbaik untuk membuktikan kapasitas dirinya sebagai bek elite.
Ia bertekad tampil sedemikian rupa sehingga tim kepelatihan Belanda tidak memiliki alasan untuk mengabaikan namanya lagi.
Baca Juga: Detik-detik Kevin Diks Alami Benturan di Kepala, Bikin Seisi Stadion Mendadak Hening
Setiap menit bermain di Premier League ia manfaatkan untuk membangun reputasi sebagai pemain bertahan yang sangat solid.
Hingga kini ia merasa progres permainannya sudah berada di jalur yang benar dan sesuai dengan ekspektasi.
Pascal Struijk menutup pembicaraan dengan optimisme tinggi mengenai masa depan karirnya baik di level klub maupun internasional.
"Anda harus memastikan pelatih tidak bisa mengabaikan Anda. Sejauh ini saya bermain dengan baik, jadi saya berharap bisa terus seperti ini," pungkasnya.
Meskipun pintu untuk Indonesia tampak tertutup saat ini namun dinamika sepak bola dunia selalu penuh kejutan.
Keputusan pemain untuk menunggu panggilan negara kelahirannya adalah langkah yang sangat wajar bagi pemain di liga top.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Curi Poin di JIS, Rivaldo Pakpahan Yakin Borneo FC Masih di Jalur Juara Super League
-
Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu
-
Eligible Bela Timnas Tanpa Naturalisasi, Pemain Keturunan Rp 6,08 Miliar Dijagokan ke Raksasa Eropa
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Walid Regragui Dilaporkan Mundur, Xavi Hernandez Tolak Latih Maroko di Piala Dunia 2026
-
Resmi! Pilpres Barcelona 2026 Hanya Diikuti Dua Calon: Joan Laporta vs Victor Font
-
Menguak Identitas 2 Pemain Eropa yang Dirumorkan Bakal Bela Timnas Indonesia
-
Gandeng VIDA, Persija Jakarta Go Digital
-
Hafal Atmosfer Rizal Memorial, Ricky Kambuaya Siap Pimpin Dewa United Bungkam Manilla Digger
-
Justin Hubner Bersinar di Eredivisie, Legenda Belanda: Cocok Gabung PSV Eindhoven