- Jordi Cruyff mulai memberi pengaruh besar di Ajax meski belum resmi bekerja.
- Dua rencana transfer besar dibatalkan demi kebijakan efisiensi.
- Situasi ini disebut bisa membuka peluang bagi Dean James masuk radar Ajax.
Suara.com - Pengaruh Jordi Cruyff di Ajax Amsterdam mulai terasa bahkan sebelum ia resmi masuk dalam struktur manajemen teknis klub.
Meski baru dijadwalkan aktif secara formal pada Februari mendatang, sejumlah keputusan strategis sudah melibatkan masukan darinya.
Salah satu dampak paling nyata adalah batalnya dua rencana transfer Ajax pada bursa musim dingin 2026.
Informasi ini diungkap jurnalis senior De Telegraaf, Mike Verweij, dalam podcast Kick-Off yang mengulas dinamika internal Ajax di pasar pemain.
Menurut Verweij, manajemen Ajax telah meminta Jordi Cruyff bertindak sebagai penasihat dalam pengambilan keputusan penting.
Hasilnya, dua nama yang sebelumnya santer dikaitkan dengan klub—Daley Blind dan bek kiri FC Utrecht, Souffian El Karouani—akhirnya tidak dilanjutkan.
“Jordi Cruyff tegas, Ajax tidak akan mengeluarkan uang untuk pemain yang kontraknya tinggal enam bulan lagi,” ujar Verweij.
Padahal, secara internal Ajax menilai El Karouani sebagai solusi ideal untuk sektor bek kiri.
Namun Cruyff menolak rencana pembayaran biaya transfer sekitar empat juta euro untuk pemain yang berpotensi direkrut secara gratis pada musim panas.
Baca Juga: Kevin Diks Dikabarkan Cedera usai Duel Keras di Laga Kontra Hamburg
Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis meski sarat risiko. Ajax bisa saja kehilangan target incarannya jika klub lain bergerak lebih cepat.
Meski begitu, Verweij menyebut Ajax masih punya opsi menawarkan proyek jangka panjang plus bonus tanda tangan untuk menarik minat pemain pada bursa berikutnya.
“Itu pilihan. Pengambil kebijakan memang harus berani membuat keputusan sulit,” jelas Verweij.
Situasi ini tak lepas dari performa Owen Wijndal yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak didatangkan dari AZ Alkmaar.
Selain inkonsistensi di lapangan, Wijndal juga disorot karena beban gaji tinggi—warisan dari periode finansial Ajax yang lebih stabil.
Di tengah kebijakan efisiensi tersebut, muncul pula rumor lain yang menarik perhatian publik Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU