-
Arsenal incar kemenangan lawan Inter Milan untuk segel tiket langsung babak 16 besar Champions.
-
Mikel Arteta optimis Arsenal mampu pecahkan rekor buruk di San Siro berkat tren positif.
-
Inter Milan tantang Arsenal dengan taktik baru di bawah arahan pelatih Cristian Chivu sekarang.
Suara.com - Ambisi besar diusung raksasa Inggris, Arsenal, saat bertandang ke markas Inter Milan pada lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026.
Pertempuran sengit ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu dini hari waktu Indonesia.
Mikel Arteta selaku nakhoda The Gunners menargetkan kemenangan penuh demi mengamankan status tim di zona elit.
Tiga poin dari tanah Italia akan menjadi jaminan bagi Meriam London untuk lolos langsung ke fase gugur.
Arteta menyadari betul betapa krusialnya mengakhiri kompetisi fase liga ini di posisi delapan besar klasemen.
Keberhasilan meraih kemenangan akan membuat langkah Arsenal semakin ringan dalam menatap babak 16 besar mendatang.
Manajer asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa finis di jajaran atas adalah prioritas utama tim saat ini.
"Jadi finis di delapan besar itu sangat besar artinya. Jika kami menang, maka keinginan kami terwujud," ujar Arteta.
Komentar tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi skuad London Utara sebelum laga dimulai di San Siro.
Baca Juga: Arteta Klaim Tahu Celah Inter Milan, Arsenal Bidik Rekor Eropa di San Siro
Saat ini, performa Arsenal di kompetisi paling bergengsi Eropa tersebut memang tengah berada di atas angin.
Arsenal sukses menguasai puncak klasemen sementara dengan torehan poin sempurna tanpa satu pun hasil negatif.
Dari enam pertandingan yang telah dilalui, Gabriel Jesus dan kolega berhasil menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.
Total 18 poin yang dikantongi menjadi bukti dominasi nyata Arsenal atas lawan-lawan mereka di fase grup.
Meski begitu, Arteta tetap waspada mengingat Inter Milan bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata tahun ini.
Inter Milan yang musim lalu menjadi finalis tetap menjadi ancaman serius bagi ambisi besar Arsenal tersebut.
Tuan rumah saat ini menempati posisi keenam klasemen dengan koleksi 12 poin dari enam laga yang dijalani.
Inter Milan mencatatkan empat kemenangan dan dua kali kalah, namun mereka tetaplah pemuncak klasemen Liga Italia.
Perubahan kepemimpinan dari Simone Inzaghi ke Cristian Chivu dianggap membawa dimensi permainan baru bagi skuad Nerazzurri.
Arteta memberikan apresiasi tinggi terhadap karakteristik permainan lawan yang dikenal sangat solid di setiap lini.
"Kami menikmati satu demi satu pertandingan. Kami berjuang habis-habisan di setiap laga," kata pelatih berusia 43 tahun itu.
Kenangan pahit musim lalu di lokasi yang sama masih membekas bagi para pendukung setia Arsenal.
Kala itu, Arsenal harus pulang dengan kepala tertunduk setelah kalah tipis satu gol dari Inter Milan.
Gol penentu kemenangan Inter musim lalu dicetak oleh Hakan Calhanoglu melalui titik putih di akhir babak pertama.
Kini, Arteta menuntut peningkatan performa dari para anak asuhnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang kembali.
Arsenal dipastikan akan tampil habis-habisan guna mematahkan keangkeran Stadion Giuseppe Meazza yang sering menyulitkan tim tamu.
Tim tamu disebut telah menyiapkan skema matang untuk membongkar barisan pertahanan agresif yang diterapkan oleh Cristian Chivu.
Disiplin tinggi dan kerja keras menjadi kunci utama yang ditekankan Arteta kepada seluruh pemain di ruang ganti.
"Laga besok adalah tentang masuk ke lapangan dan memenangkan pertandingan. Itu adalah langkah yang tidak kami lakukan musim lalu, dan sekarang kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik dibanding sebelumnya," tutur Arteta.
Arteta yakin kapasitas pemainnya saat ini jauh lebih matang untuk menghadapi tekanan mental di level tertinggi.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi salah satu duel taktik paling menarik di pekan ketujuh Liga Champions.
Setiap detail kecil dalam persiapan teknis telah diperhatikan dengan saksama oleh tim kepelatihan Arsenal minggu ini.
Kemenangan bukan sekadar soal poin, melainkan juga menjaga gengsi sebagai tim yang belum terkalahkan musim ini.
Mentalitas juara menjadi elemen penting yang ingin terus ditanamkan Arteta dalam DNA permainan Arsenal tahun 2026.
Publik menantikan apakah Meriam London mampu meledak di Milan atau justru tertahan oleh taktik defensif tuan rumah.
Laga ini akan menjadi ujian sejati bagi konsistensi Arsenal sebelum benar-benar memasuki fase gugur Liga Champions.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
Penasihat Teknis PSSI Jordi Cruyff Disebut Bakal Seret Ajax ke Jurang Lebih Dalam
-
Perseteruan dengan Lisandro Martinez Belum Selesai, Paul Scholes Ungkap Fakta Baru
-
Transfer BRI Super League: Persis Solo Resmi Datangkan Yabes Roni
-
Minta Kontrak Baru di Arsenal, Gabriel Jesus Soroti Viktor Gyokeres yang Masih Mandul
-
4 Laga dalam 9 Hari! Conte Bongkar Situasi Sulit Napoli Jelang Lawan Eks Klub Kevin Diks
-
Dewangga Incar Rekor Hattrick Juara Persib, Siap Cetak Sejarah Baru di Super League
-
MLSC 2025/2026 Seri 2 Lebarkan Sayap Hingga ke Kalimantan, Dua Kota Jadi Tuan Rumah
-
Sindiran Bek Inter Milan kepada Arsenal Jelang Duel Panas di Liga Champions
-
BREAKING NEWS! Persija Kehilangan Gelandang Bertahan Energik Sampai Akhir Musim
-
Yusuf Meilana Gabung Bali United, Amunisi Baru Pertahanan untuk Putaran Kedua Super League