Bola / BolaTaiment
Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:23 WIB
Setiap bulan Ramadan, ada momen unik yang dilakukan federasi sepak bola Albania, yakni menggelar acara buka puasa bersama yang melibatkan berbagai elemen sepak bola. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Federasi sepak bola Albania rutin mengadakan acara buka puasa bersama bagi seluruh pemain dan petinggi klub setiap bulan Ramadan.
  • Tradisi buka puasa ini melambangkan kebersamaan serta toleransi beragama dalam komunitas sepak bola Albania.
  • Beberapa klub Liga Inggris, termasuk Chelsea dan Manchester United, juga mengadakan acara iftar di stadion selama Ramadan.

Suara.com - Setiap bulan Ramadan, ada momen unik yang dilakukan federasi sepak bola Albania, yakni menggelar acara buka puasa bersama yang melibatkan berbagai elemen sepak bola.

Kegiatan itu rutin diselenggarakan di bulan puasa, termasuk pada Ramadan 2026. Pada kegiatan buka puasa itu, pihak federasi mengundang seluruh pemain, dan petinggi klub.

Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi di dunia sepak bola Albania. Dalam satu meja, para tokoh sepak bola duduk bersama untuk berbuka puasa di tengah suasana Ramadan.

“Setiap Ramadan, Asosiasi Sepak Bola Albania menyelenggarakan acara iftar yang dihadiri imam terkenal, presiden klub, pemain liga Albania, pelatih, dan banyak tokoh lainnya,” tulis akun @FootballAlbXI

Acara tersebut juga memicu perbandingan menarik dengan sepak bola Eropa. Banyak yang membayangkan bagaimana jika tradisi serupa terjadi di liga-liga besar dunia.

“Bayangkan makan bersama pemain dan pelatih dari klub seperti Chelsea FC, Arsenal FC, atau Manchester City FC,” tulisnya sambil menambahkan emoji tertawa.

Di Inggris sendiri, beberapa klub Liga Inggris juga dikenal cukup aktif mendukung pemain Muslim selama Ramadan. Sejumlah klub bahkan menggelar acara buka puasa di stadion.

“Chelsea mengadakan iftar di stadion. Hal yang sama juga dilakukan oleh klub seperti Manchester United FC, Liverpool FC, Tottenham Hotspur FC, hingga Manchester City dan Everton,” tulis akun itu.

Selain itu, beberapa klub juga mengadakan kunjungan ke masjid selama Ramadan bagi pemain yang beragama Islam.

Baca Juga: Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat

Langkah ini disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dalam dunia sepak bola.

“Toleransi beragama adalah sesuatu yang unik di kalangan orang Albania,” tulis akun tersebut. “Saya juga sangat menyukai tradisi iftar yang diselenggarakan federasi sepak bola Albania.”

Sekedar informasi, Albania adalah bekas negara komunis yang otoriter di bawah pimpinan Enver Hoxha (1946–1985), yang sering disebut sebagai "Korea Utara versi Eropa" karena isolasinya yang ekstrem.

Rezim ini menindas agama dan HAM, menyebabkan kemiskinan parah, sebelum akhirnya runtuh pada tahun 1991–1992 dan bertransisi menjadi negara republik demokratis.

Kontributor: Azka Putra

Load More