-
- Brahim Diaz jadi sorotan usai gagal penalti di final Piala Afrika 2025 yang menggagalkan Maroko juara.
- Luis Enrique membela Brahim dan menyamakan momen itu dengan kegagalan Zinedine Zidane di laga besar.
- Pelatih PSG menegaskan satu kesalahan tak boleh menghapus kualitas dan nilai seorang pemain.
Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, angkat suara membela Brahim Diaz setelah kegagalan penalti sang pemain di final Piala Afrika 2025.
Menurut Luis Enrique, kesalahan di momen krusial tidak seharusnya menghapus nilai, karakter, dan kualitas seorang pesepak bola.
Final Piala Afrika yang digelar di Maroko akhir pekan lalu meninggalkan luka mendalam bagi tuan rumah.
Maroko harus mengakui keunggulan Senegal setelah kalah dramatis, laga yang salah satu momen penentunya adalah penalti Brahim Diaz yang gagal berbuah gol.
Dalam situasi penentuan, Brahim memilih mengeksekusi penalti dengan gaya panenka.
Namun, kiper Senegal sekaligus mantan penjaga gawang Chelsea, Edouard Mendy, membaca arah bola dengan sempurna dan menggagalkan peluang emas tersebut.
Gagalnya penalti itu membuat laga berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Senegal akhirnya memastikan gelar juara lewat gol spektakuler Pape Gueye, pemain Villarreal, sekaligus menambah derita Maroko yang gagal juara di depan pendukung sendiri.
Sorotan tajam pun mengarah kepada Brahim Diaz. Pemain Real Madrid itu langsung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Baca Juga: Senegal Juarai Piala Afrika 2025 usai Bungkam Maroko, Trofi Bersejarah Kedua
“Hati saya sangat sakit. Saya bermimpi meraih gelar ini berkat semua cinta dan dukungan yang kalian berikan. Saya berjuang dengan sepenuh hati. Saya gagal dan saya bertanggung jawab penuh. Saya meminta maaf dari lubuk hati terdalam,” tulis Brahim.
Di tengah kritik yang deras, dukungan justru datang dari Luis Enrique.
Pelatih PSG itu secara terbuka membela Brahim dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions melawan Sporting CP di Stadion José Alvalade.
“Kami membicarakannya di bus hari ini. Semua orang membicarakan Brahim, tapi saya ingat Zinedine Zidane, seorang dewa sepak bola, juga pernah melakukan hal serupa di final Piala Dunia,” ujar Luis Enrique dilansir dari Cardena Ser.
Ia juga menyinggung nama Sergio Ramos sebagai contoh bahwa kegagalan di momen besar adalah bagian dari sepak bola.
“Kalau golnya masuk, semua orang bertepuk tangan. Tapi jika gagal, langsung muncul banyak komentar negatif,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis
-
Siapa Maycon Cardozo? Jebolan Thailand yang Debut Lawan Kevin Diks di Bundesliga
-
Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah
-
Neymar Digugat! Perempuan Ini Dipaksa Eks PSG Itu Kerja 16 Jam Sehari Layani 150 Orang
-
Bayern Munich Bantai Gladbach, Leon Goretzka Kesal dengan Kevin Diks Dkk, Ada Apa?
-
Messi Sukarela Bertemu Trump, Cerita Maradona Dipaksa Bertemu Diktator Penculik 400 Bayi
-
Big Match Pembuka Pekan, Ini Link Live Streaming Borneo FC vs Persebaya Surabaya
-
Profil Jorge Mas Pemilik Inter Miami Berdarah Kuba yang Dijanjikan Sesuatu oleh Trump
-
Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi
-
Sergio Castel Alami Benturan di Rusuk, Absen Lawan Persik? Bojan Hodak Buka Suara