- Sadio Mane memimpin Senegal meraih juara Piala Afrika 2025 setelah mencegah timnya melakukan boikot di final.
- Mane membujuk rekan satu tim kembali bermain setelah pelatih Senegal protes keputusan penalti kontroversial tuan rumah Maroko.
- Senegal akhirnya juara setelah perpanjangan waktu melalui gol Pape Gueye, menegaskan peran kepemimpinan Mane.
Suara.com - Sadio Mane kembali menjadi sorotan dunia setelah sukses mengantarkan Timnas Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025 lewat laga final yang penuh drama dan ketegangan.
Bukan karena mencetak gol kemenangan atau memberikan assist krusial, aksi heroik mantan bintang Liverpool ini justru terjadi saat ia menyelamatkan pertandingan dari ancaman boikot yang nyaris dilakukan timnya.
Mane menunjukkan jiwa kepemimpinan sejati dengan membujuk rekan-rekannya kembali ke lapangan untuk melanjutkan final dramatis melawan tuan rumah Maroko yang sempat terhenti akibat protes keras.
Insiden bermula pada masa injury time ketika pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan anak asuhnya untuk meninggalkan lapangan (walk out).
Kemarahan sang pelatih dipicu oleh keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Maroko pada menit ke-98 setelah bek El Hadji Malick Diouf dianggap melanggar Brahim Diaz.
Saat para pemain Senegal sudah kembali ke ruang ganti, Mane tertangkap kamera masuk dan kemudian menggiring mereka kembali ke lapangan dengan bantuan kiper Edouard Mendy.
Sekitar 16 menit setelah penalti diberikan, Brahim Diaz melakukan eksekusi dengan teknik Panenka yang sayangnya dengan mudah ditangkap oleh Mendy.
Momen tersebut menjadi mimpi buruk bagi Diaz, namun menjadi titik balik mental bagi skuad Singa Teranga yang kembali bersemangat.
Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 di waktu normal akhirnya berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Baca Juga: 8 Tim Lolos Perempat Final Piala Afrika 2025, Jadwal & Duel Sengit Sudah Menanti
Pape Gueye kemudian menjadi penentu kemenangan lewat tembakan roketnya yang memastikan gelar juara dramatis bagi Senegal.
Mane, yang sebelumnya menyatakan bahwa ini akan menjadi Piala Afrika terakhirnya, menutup turnamen sebagai pemimpin sejati setelah diserahkan ban kapten sebelum mengangkat trofi.
"Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa, dunia sedang menonton, dan saya pikir gila jika tidak memainkan pertandingan ini hanya karena wasit memberikan penalti," ujar Mane.
Pemain yang kini berkarier di Al-Nassr itu menegaskan bahwa aksi walk out akan menjadi hal terburuk bagi citra sepak bola Afrika di mata dunia.
Mantan penyerang Nigeria, Daniel Amokachi, memuji tindakan Mane yang mau melakukan upaya ekstra demi menyelamatkan pertandingan dan reputasi timnya.
Mantan pemain internasional Maroko, Hassan Kachloul, juga mengakui bahwa sepak bola Afrika dan dunia akan merugi jika Mane tidak turun tangan membawa timnya kembali.
Keberhasilan ini menjadi gelar Piala Afrika kedua bagi Mane setelah sebelumnya ia menjadi penentu kemenangan lewat adu penalti melawan Mesir pada edisi 2021.
Meskipun Mane berencana pensiun dari ajang ini, rekan setimnya seperti Pape Gueye bertekad meyakinkan sang legenda untuk bertahan setidaknya hingga edisi 2027.
Kemenangan di Maroko ini menjadi penutup manis bagi karier internasional Mane di level benua, sekaligus menegaskan statusnya sebagai legenda hidup Senegal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Kemunculan Harimau Bikin Panik, Sekolah di Pulau Burung Inhil Diliburkan
-
4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Hidup Tenang dan Bahagia Mulai 28 Juli 2026
-
Ramadhipa Jaga Asa Juara Moto3 Junior Walau Terhambat Kesalahan Start di Prancis
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang