Bola / Bola Dunia
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:17 WIB
Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique. (ANTARA/X/PSG_Inside)
Baca 10 detik
  • Pelatih PSG, Luis Enrique, menghadapi dilema terkait potensi lolos langsung delapan besar Liga Champions 2025/2026.
  • Format baru Liga Champions membuat Enrique khawatir bermain lebih sedikit memengaruhi ritme dan kepercayaan diri tim.
  • PSG kini posisi ketiga klasemen liga dan harus memaksimalkan laga karena tersingkir dari Coupe de France.

Suara.com - Paris Saint-Germain (PSG) berada dalam situasi unik jelang fase krusial Liga Champions 2025/2026. Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui dirinya dilanda dilema terkait peluang finis di delapan besar klasemen fase liga.

Dalam format baru Liga Champions dengan 36 tim, delapan besar klasemen akan langsung lolos ke babak 16 besar tanpa harus melewati play-off.

Namun, bagi Luis Enrique, kondisi tersebut terasa kontradiktif dengan keinginannya agar PSG tetap bermain sebanyak mungkin demi menjaga ritme dan kepercayaan diri tim.

“Sejujurnya, penting bagi tim untuk menang dan meraih tiga poin, tetapi saya tidak yakin itu hal terbaik,” ujar Luis Enrique dilansir dari Beinsports.

“Jika kami finis di delapan besar, kami tidak akan bermain di play-off. Padahal, kami juga sudah kehilangan pertandingan Coupe de France. Ini terasa kontradiktif.”

Musim lalu, PSG nyaris gagal lolos fase gugur setelah finis di peringkat ke-15 klasemen fase liga.

Namun, secara mengejutkan, Les Parisiens justru melaju hingga akhirnya menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Musim ini, PSG tampil lebih stabil dan kini menempati posisi ketiga klasemen dengan dua laga tersisa.

Meski demikian, persaingan sangat ketat karena selisih poin antara posisi ketiga hingga kesembilan hanya dua angka. Situasi ini membuat setiap pertandingan menjadi krusial dalam perebutan tiket langsung ke babak 16 besar.

Baca Juga: Cristian Chivu Bongkar Strategi Inter untuk Jinakkan Tim Kuat seperti Arsenal

Terlepas dari posisi akhir nanti, PSG dipastikan akan memainkan lebih sedikit pertandingan dibanding musim lalu.

Hal itu menyusul kekalahan mengejutkan 0-1 dari Paris FC di babak 32 besar Coupe de France pekan lalu, yang memupus peluang mereka menambah jumlah laga kompetitif musim ini.

Luis Enrique menilai jadwal yang lebih ringan bisa berdampak negatif bagi timnya. Ia menekankan bahwa konsistensi bermain di level tertinggi justru penting untuk menjaga performa.

“Kami memasuki bagian terpenting musim ini. Para pemain yang cedera mulai kembali. Ini adalah waktu terbaik dalam musim, dan kami harus fokus,” katanya.

“Liga Champions adalah kompetisi terbaik bagi pemain dan tim.”

PSG akan menghadapi Sporting CP untuk pertama kalinya di kompetisi Eropa. Rekor tandang PSG ke Portugal sendiri kurang meyakinkan, dengan hanya satu kemenangan dari delapan laga tandang melawan tim Portugal di kompetisi Eropa utama (dua imbang, lima kalah).

Load More