- Juventus menaklukkan Benfica 2-0 di Allianz Stadium dalam Liga Champions 2025/2026, dengan gol dari Thuram dan McKennie.
- Pelatih Luciano Spalletti menyoroti perlunya perbaikan konsentrasi tim meski meraih kemenangan krusial tersebut.
- Kemenangan ini membuat Juventus mengoleksi 12 poin, mendekati kepastian lolos babak play-off Liga Champions.
Suara.com - Juventus meraih kemenangan penting 2-0 atas Benfica pada lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Turin, dinihari tadi.
Meski puas dengan hasil akhir, pelatih Juventus Luciano Spalletti menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnya, terutama soal konsentrasi dan reaksi menghadapi tekanan lawan.
Bianconeri sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Benfica asuhan Jose Mourinho.
Gol kemenangan baru lahir berkat kontribusi lini tengah, dengan Khephren Thuram dan Weston McKennie menjadi pembeda setelah Juventus tampil lebih agresif di paruh kedua.
Juventus juga sempat berada dalam situasi berbahaya ketika Benfica mendapatkan hadiah penalti.
Beruntung bagi tuan rumah, eksekusi Vangelis Pavlidis gagal setelah sang striker terpeleset, sehingga skor tetap aman bagi Si Nyonya Tua.
Usai laga, Spalletti mengakui adanya ketegangan yang terasa di stadion, termasuk dari para pendukung Juventus.
Ia menyebut tekanan besar memang tak terhindarkan ketika hasil tidak langsung datang.
“Ini laga yang sangat penting. Jika hasil tidak datang, tekanan dan ketegangan akan meningkat. Kami sempat memulai dengan baik, tetapi kemudian terlalu dalam bertahan dan kehilangan bola dengan mudah. Itu memberi tekanan tambahan yang sebenarnya tidak perlu,” ujar Spalletti kepada Amazon Prime Video Italia seperti dilansir dari Football Italia.
Baca Juga: Liverpool Menang 3-0 Atas Marseille, Steven Gerrard Kasih Peringatan Buat Dominik Szoboszlai
Pelatih asal Italia itu juga menyoroti perubahan positif setelah ia memasukkan Francisco Conceicao menggantikan Fabio Miretti.
Menurutnya, Juventus mulai kembali memainkan gaya bermain yang diinginkan meski masih sempat goyah di awal babak kedua.
“Kami sempat kesulitan lagi setelah jeda, tetapi kemudian kembali memainkan sepak bola kami. Laga ini berjalan seimbang. Jika penalti itu masuk, situasinya bisa sangat tegang hingga akhir. Kami seharusnya bisa menghindari pelanggaran itu, karena tidak setiap situasi harus diselesaikan dengan tekel,” jelasnya.
Spalletti menegaskan Juventus harus meningkatkan kecepatan membaca permainan dan reaksi saat kehilangan bola.
Ia menilai sepak bola modern menuntut agresivitas dan antisipasi yang lebih baik.
“Kami harus bereaksi lebih cepat dan bisa memprediksi kapan lawan akan menyerang balik. Radar kami harus selalu menyala. Kami terlalu sering kehilangan bola karena bermain terburu-buru dan umpan yang tidak rapi. Namun, saya melihat ada perkembangan yang jelas,” tegas Spalletti.
Dengan kemenangan ini, Juventus mengoleksi 12 poin dan berada di peringkat ke-15 klasemen sementara Liga Champions.
Mereka hampir pasti mengamankan tiket ke babak play-off, meski masih menargetkan posisi unggulan jelang laga terakhir fase liga melawan AS Monaco.
Kontributor: M. Faqih
Berita Terkait
-
Liverpool Menang 3-0 Atas Marseille, Steven Gerrard Kasih Peringatan Buat Dominik Szoboszlai
-
Menolak Kalah, Barcelona Bangkit Kalahkan Tuan Rumah Slavia Praha 4-2
-
Bayern Munich Bungkam USG 2-0, Pastikan Satu Tiket ke 16 Besar Liga Champions
-
Marseille vs Liverpool di Liga Champions: The Reds Menang Telak 3-0
-
Inter Milan Dipermalukan Arsenal, Kepemimpinan Wasit Joao Pinheiro Tuai Pujian
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel