Bola / Bola Dunia
Kamis, 22 Januari 2026 | 12:00 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (Dok. Juventus)
Baca 10 detik
  • Juventus menaklukkan Benfica 2-0 di Allianz Stadium dalam Liga Champions 2025/2026, dengan gol dari Thuram dan McKennie.
  • Pelatih Luciano Spalletti menyoroti perlunya perbaikan konsentrasi tim meski meraih kemenangan krusial tersebut.
  • Kemenangan ini membuat Juventus mengoleksi 12 poin, mendekati kepastian lolos babak play-off Liga Champions.

Suara.com - Juventus meraih kemenangan penting 2-0 atas Benfica pada lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Turin, dinihari tadi.

Meski puas dengan hasil akhir, pelatih Juventus Luciano Spalletti menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnya, terutama soal konsentrasi dan reaksi menghadapi tekanan lawan.

Bianconeri sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Benfica asuhan Jose Mourinho.

Gol kemenangan baru lahir berkat kontribusi lini tengah, dengan Khephren Thuram dan Weston McKennie menjadi pembeda setelah Juventus tampil lebih agresif di paruh kedua.

Juventus juga sempat berada dalam situasi berbahaya ketika Benfica mendapatkan hadiah penalti.

Beruntung bagi tuan rumah, eksekusi Vangelis Pavlidis gagal setelah sang striker terpeleset, sehingga skor tetap aman bagi Si Nyonya Tua.

Usai laga, Spalletti mengakui adanya ketegangan yang terasa di stadion, termasuk dari para pendukung Juventus.

Ia menyebut tekanan besar memang tak terhindarkan ketika hasil tidak langsung datang.

“Ini laga yang sangat penting. Jika hasil tidak datang, tekanan dan ketegangan akan meningkat. Kami sempat memulai dengan baik, tetapi kemudian terlalu dalam bertahan dan kehilangan bola dengan mudah. Itu memberi tekanan tambahan yang sebenarnya tidak perlu,” ujar Spalletti kepada Amazon Prime Video Italia seperti dilansir dari Football Italia.

Baca Juga: Liverpool Menang 3-0 Atas Marseille, Steven Gerrard Kasih Peringatan Buat Dominik Szoboszlai

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti perubahan positif setelah ia memasukkan Francisco Conceicao menggantikan Fabio Miretti.

Menurutnya, Juventus mulai kembali memainkan gaya bermain yang diinginkan meski masih sempat goyah di awal babak kedua.

“Kami sempat kesulitan lagi setelah jeda, tetapi kemudian kembali memainkan sepak bola kami. Laga ini berjalan seimbang. Jika penalti itu masuk, situasinya bisa sangat tegang hingga akhir. Kami seharusnya bisa menghindari pelanggaran itu, karena tidak setiap situasi harus diselesaikan dengan tekel,” jelasnya.

Spalletti menegaskan Juventus harus meningkatkan kecepatan membaca permainan dan reaksi saat kehilangan bola.

Ia menilai sepak bola modern menuntut agresivitas dan antisipasi yang lebih baik.

“Kami harus bereaksi lebih cepat dan bisa memprediksi kapan lawan akan menyerang balik. Radar kami harus selalu menyala. Kami terlalu sering kehilangan bola karena bermain terburu-buru dan umpan yang tidak rapi. Namun, saya melihat ada perkembangan yang jelas,” tegas Spalletti.

Load More