Bola / Liga Italia
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:53 WIB
Raksasa Serie A, AC Milan saat ini tengah merampungkan proses transfer bek muda keturunan Indonesia, Juwensley Onstein. [Instagram]
Baca 10 detik
  • AC Milan sedang merampungkan transfer bek muda Juwensley Onstein dari Genk, namun prosesnya tertunda karena kendala dokumen administratif.
  • Juwensley Onstein, lahir di Belanda, memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Medan, membuka peluang timnas.
  • Pemain 17 tahun ini berposisi bek tengah, sebelumnya bermain di Jong Genk, dan pernah memperkuat timnas Belanda junior.

Suara.com - Raksasa Serie A, AC Milan saat ini tengah merampungkan proses transfer bek muda keturunan Indonesia, Juwensley Onstein.

Saat ini, proses kepindahan Juwensley Onstein ke AC Milan sedang mengalami hambatan lantaran masalah dokumen.

Awalnya, kesepakatan antara Milan dan Genk berkembang sangat cepat. Bahkan, Onstein dijadwalkan tiba di Italia untuk menjalani tes medis sebelum bergabung dengan tim Milan Futuro.

Namun, rencana tersebut kini tertunda akibat kendala administratif.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan detail terkait sumber masalah tersebut.

Belum diketahui apakah terjadi perubahan sikap dari salah satu klub, persoalan teknis dalam kontrak, atau justru munculnya klub lain yang mencoba membajak transfer pemain keturunan Indonesia ini.

17 Tahun, 1,88 Meter, Masa Depan Cerah Pemain Berdarah Medan Juwensley Onstein [@FabrizioRomano]

Lantas siapa Juwensley Onstein, apakah benar ia memiliki keturunan Indonesia?

Juwensley Onstein lahir di Arnhem, Belanda, pada 7 Oktober 2007. Pemain berusia 17 tahun ini berpostur ideal dengan tinggi 1,88 meter dan berposisi utama sebagai bek tengah, meski juga mampu bermain sebagai bek kiri.

Ia dikenal sebagai pemain kaki kiri, atribut yang cukup langka dan bernilai tinggi untuk posisi bertahan.

Baca Juga: Bukan Jay Idzes, Pemain Keturunan Indonesia Selangkah Lagi Gabung AC Milan

Dari sisi latar belakang keluarga, Onstein memiliki darah Indonesia, Belanda, dan Suriname. Kakek dari pihak ayahnya lahir di Medan, sementara nenek dari pihak ayah berdarah Suriname.

Adapun ibunya merupakan warga Belanda murni. Faktor inilah yang membuka peluang bagi Onstein untuk membela Timnas Indonesia di masa depan, sesuatu yang juga menarik perhatiannya.

Karier sepak bola Juwensley dimulai sejak usia 6 tahun.

Ia pertama kali bermain sebagai gelandang nomor 8 di akademi ESA Arnhem pada 2017. Bakatnya kemudian membawanya masuk ke akademi Vitesse dan Ajax Amsterdam.

Titik penting kariernya terjadi pada 7 Oktober 2023, saat ia resmi bergabung dengan Jong Genk dan mulai difokuskan sebagai bek tengah.

Bersama Jong Genk, Onstein menandatangani kontrak profesional pertamanya.

Load More