Bola / Bola Indonesia
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:07 WIB
Insiden kontroversial kembali mencoreng kompetisi Liga 4. Kali ini, aksi tendangan kungfu dilakukan oleh kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, yang mengenai dada pemain Persikaba Blora dalam laga yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026). [Instagram Persikaba Blora]
Baca 10 detik
  • Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, melakukan tendangan kungfu ke dada Rizal Dimas Persikaba Blora pada 21 Januari 2026.
  • Insiden kontroversial tersebut terjadi dalam laga Liga 4 yang berakhir imbang 0-0 di Stadion Krida Rembang.
  • Komdis PSSI Jateng menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup serta denda Rp 5 juta kepada kiper tersebut.

Suara.com - Insiden kontroversial kembali mencoreng kompetisi Liga 4. Kali ini, aksi tendangan kungfu dilakukan oleh kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, yang mengenai dada pemain Persikaba Blora dalam laga yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026).

Pertandingan PSIR Rembang vs Persikaba Blora sendiri berakhir tanpa gol alias imbang 0-0. 

Namun, hasil akhir tersebut tertutupi oleh insiden keras yang terjadi di tengah pertandingan dan viral di media sosial.

Momen itu bermula saat Raihan Alfariq gagal mengamankan bola dalam sebuah duel. 

Alih-alih berhasil merebut si kulit bundar, kiper PSIR tersebut justru mengayunkan kakinya ke depan dan menghantam dada pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta. Padahal, Rizal saat itu tidak dalam posisi agresif mengejar bola.

Benturan keras tersebut membuat Rizal Dimas langsung terjatuh dan terkapar di lapangan. 

Video kejadian itu kemudian diunggah oleh akun Instagram resmi Persikaba dan menuai beragam reaksi dari publik sepak bola nasional.

Yang menjadi sorotan, wasit dalam pertandingan tersebut tidak memberikan pelanggaran ataupun kartu kepada Raihan Alfariq. 

Keputusan itu pun memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola, mengingat insiden tersebut dinilai membahayakan keselamatan pemain.

Baca Juga: Perseta 1970: Firman Nugraha Cedera Serius dan Berisiko

Tak lama setelah kejadian viral, Raihan Alfariq akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. 

Melalui video pernyataan yang diunggah di media sosial resmi PSIR Rembang, ia menegaskan bahwa aksinya murni refleks dan tanpa niat mencederai lawan.

"Saya sebagai kiper PSIR Rembang, dalam laga melawan Persikana Blora pada hari Rabu (21/1/2026) sore tadi. Saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta," ujar Raihan.

"Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal."

"Saya juga meminta maaf kepada segenap manajemen dan ofisial Persikaba Blora atas Insiden sore tadi. Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang," jelasnya.

Alfariq akhirnya dijatuhi sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup.

Load More