-
Muhammad Hilmi Gimnastiar resmi dijatuhi sanksi larangan bermain bola seumur hidup.
-
Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk dan kejang akibat tendangan brutal lawan.
-
Komdis PSSI Jatim menghukum pelaku denda Rp2,5 juta demi menjunjung sportivitas.
Suara.com - Insiden memilukan mewarnai kompetisi Liga 4 Jawa Timur saat laga babak 32 besar berlangsung sengit.
Stadion Gelora Bangkalan menjadi saksi bisu tindakan tidak sportif yang mencederai nilai-nilai sepak bola nasional.
Laga antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung pada Senin kemarin berakhir dengan duka.
Firman Nugraha yang merupakan penggawa Perseta 1970 harus dievakuasi setelah menerima serangan fisik yang sangat fatal.
Serangan tersebut dilakukan oleh pemain lawan bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar di tengah tensi tinggi pertandingan.
Dampak dari hantaman keras tersebut membuat Firman langsung tersungkur dan kehilangan kesadaran di lapangan.
Pihak manajemen Perseta mengungkapkan bahwa pemainnya sempat mengalami gejala medis yang sangat mengkhawatirkan sesaat setelah kejadian.
"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi dikutip dari Antara.
Tim medis segera memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya membawa korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Brutal Lagi! Kronologis Tendangan Kungfu ke Muka UAD FC vs KAFI Jogja FC Liga 4 Yogyakarta
Kekhawatiran semakin memuncak ketika korban mulai merasakan gangguan pada sistem pernapasan saat malam hari.
Pemeriksaan mendalam melalui prosedur rontgen mengungkap adanya kerusakan struktur tulang yang diderita oleh Firman.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengonfirmasi adanya cedera internal yang cukup serius pada bagian dada bawah.
"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.
Retaknya tulang rusuk ini memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar dan pengawasan medis yang sangat ketat.
Pihak klub memastikan bahwa mereka akan memberikan dukungan penuh agar sang pemain bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Timnas Indonesia dan Malaysia Saling Sikut Dapatkan Pemain Akademi Arsenal
-
Keganasan Penyerang Indonesia Era John Herdman di Klub Masing-masing, 14 Laga 11 Gol!
-
Takut, Patrick Kluivert Berani ke Indonesia setelah Dapat Jaminan Keselamatan
-
Hansi Flick Optimistis Barcelona Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid
-
Pelatih Persija Mauricio Souza Masih Aman dari Pemecatan
-
Arne Slot Andalkan Magis Anfield untuk Comeback Lawan PSG
-
Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Timnas Indonesia Auto Juara?
-
Jelang Duel Klasik Lawan Persija Jakarta, Striker Persebaya Surabaya Tebar Psywar
-
Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI
-
Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar