- Federico Dimarco menjadi Man of the Match saat Inter Milan mengalahkan Pisa 6-2 di Giuseppe Meazza pada 23 Januari.
- Dimarco sempat mengisolasi diri dari pertemanan untuk memperbaiki performa setelah musim lalu yang mengecewakan.
- Kemenangan ini mengokohkan Inter di puncak Serie A, unggul enam poin dari AC Milan di posisi kedua.
Suara.com - Federico Dimarco menjadi sosok sentral di balik kebangkitan Inter Milan saat menghajar Pisa 6-2 pada laga Serie A pekan ke-22 di Stadion Giuseppe Meazza, Jumat (23/1) waktu setempat.
Bek sayap Timnas Italia itu mengungkapkan dirinya sempat menghilang dari lingkungan pertemanan usai musim lalu demi memulai kembali kariernya bersama Nerazzurri.
Dimarco masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-34, ketika Inter tertinggal dua gol. Keputusan tersebut terbukti krusial.
Ia langsung mengubah alur permainan dengan mencetak satu gol dan satu assist, serta membantu Inter mencetak tiga gol sebelum jeda. Penampilan impresif itu mengantarkannya menjadi Man of the Match.
“Ketika saya masuk, satu-satunya hal yang ada di pikiran kami adalah memenangkan pertandingan. Kami tahu tidak memulai laga dengan baik,” ujar Dimarco kepada DAZN, dikutip dari FcInter1908.
Ia juga mengungkap rencana awal Inter setelah tertinggal dua gol cukup sederhana.
“Target kami adalah mencetak setidaknya satu gol di babak pertama. Setelah itu, babak kedua akan terasa panjang. Ternyata kami bisa mencetak tiga gol dan itu sangat penting,” jelasnya.
Menurut Dimarco, jadwal padat membuat kesalahan pendekatan kerap terjadi, namun reaksi tim menjadi faktor penentu.
“Ketika memainkan banyak pertandingan, kadang pendekatan awal bisa keliru. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kami membalikkan situasi,” tambahnya.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Serie A Italia: Inter Milan Pesta 6 Gol, Nerazzurri Kokoh di Puncak
Musim ini, Dimarco tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten Inter dengan torehan lima gol dan sembilan assist dari 20 pertandingan Serie A. Namun, ia mengakui performa tersebut lahir dari refleksi panjang usai musim 2024–25 yang tidak berjalan sesuai harapan.
“Setelah periode buruk musim lalu, saya ingin memulai dari nol. Saya menghabiskan sekitar satu bulan dengan menjauh dari teman-teman karena butuh waktu untuk berpikir,” ungkap Dimarco.
Ia menyebut masa tersebut sebagai proses isolasi diri untuk memperbaiki kualitas permainan sekaligus pengembangan pribadi.
“Saya mengisolasi diri untuk memahami di mana saya bisa berkembang, bukan hanya di lapangan, tapi juga sebagai pribadi. Sekarang saya merasa bahagia,” tegasnya.
Kemenangan telak atas Pisa membuat Inter semakin kukuh di puncak klasemen Serie A. Pasukan Cristian Chivu kini unggul enam poin dari rival sekota mereka, AC Milan, yang berada di posisi kedua.
AC Milan dijadwalkan bertandang ke markas AS Roma di Stadion Olimpico pada Minggu malam, hasil laga tersebut berpotensi menentukan jarak persaingan di papan atas.
Berita Terkait
-
Hasil dan Klasemen Serie A Italia: Inter Milan Pesta 6 Gol, Nerazzurri Kokoh di Puncak
-
Jadwal Gila Inter, Pasukan Chivu Langsung Hadapi Pisa Kurang dari 72 Jam Usai Kalah dari Arsenal
-
5 Klub Premier League Kuasai Papan Atas Klasemen Liga Champions
-
Sempat Didekati MU, Emiliano Martinez Kini Masuk Radar Inter Milan
-
Inter Milan Dipermalukan Arsenal, Kepemimpinan Wasit Joao Pinheiro Tuai Pujian
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
MLSC Samarinda Ramai Peminat, Borneo FC Segera Buka Akademi Sepak Bola Putri
-
Eliano Reijnders Menghilang di Latihan Persib, Bojan Hodak Buka Suara
-
Jelang Undian Grup Piala Asia 2027: Thailand Kasih Isyarat Takut Timnas Indonesia
-
Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija
-
Jadwal Super League Pekan ke-30: Laga Krusial Perburuan Gelar Persib dan Borneo FC
-
Disepelekan dalam Perburuan Juara, Pelatih Borneo FC: Kami Bukan Tim Musiman
-
Thom Haye hingga Marc Klok Latihan Terpisah Jelang Persib vs Bhayangkara FC, Kenapa?
-
Persija Tumpul Lawan PSIM, Mauricio Souza Kritik Penyelesaian Akhir Timnya
-
Persib Mandul Lawan Arema FC, Bojan Hodak Nyinyir 'Puji' Kiper Lawan