Bola / Bola Indonesia
Minggu, 26 April 2026 | 20:50 WIB
Coach Jacksen F Tiago mengantongi 25 nama untuk menjalani MilkLife Soccer Extra Training dalam waktu dekat, yang kemudian akan diseleksi lagi menjadi 16 pemain sekira dua minggu sebelum berlaga di MLSC All-Stars. [MLSC]
Baca 10 detik
  • Borneo FC akan meluncurkan akademi sepak bola putri pertama pada 17 Mei 2026 di Samarinda untuk mengembangkan bakat lokal.
  • Keputusan tersebut diambil setelah suksesnya turnamen MilkLife Soccer Challenge yang diikuti 642 siswi sekolah dasar di Samarinda pekan ini.
  • Sebanyak 25 pemain berbakat hasil turnamen terpilih untuk mengikuti program pembinaan intensif guna meningkatkan kualitas sepak bola putri daerah.

Suara.com - Antusiasme luar biasa di turnamen usia dini mendorong manajemen Borneo FC Samarinda untuk segera meluncurkan akademi sepak bola putri pertama mereka pada pertengahan Mei mendatang.

Keputusan bersejarah ini lahir setelah suksesnya penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Samarinda Seri 2 2025-2026 pekan ini.

Kehadiran ratusan siswi sekolah dasar yang bertanding di Borneo FC Training Centre membuka mata banyak pihak bahwa ekosistem sepak bola putri di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bersama Bayan Peduli itu diikuti 642 siswi dari 44 sekolah dasar.

Mereka terbagi ke dalam 62 tim yang bersaing di dua kategori usia, yakni KU 10 dan KU 12.

Langkah Konkret Jacksen F Tiago dan Borneo FC

Juara, runner-up, semifinalis KU 10 serta KU 12 merayakan keberhasilan bersama di podium usai pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Samarinda Seri 2 2025 - 2026 di Borneo FC Training Centre pada 26 April 2026. [MLSC]

Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, menyoroti minimnya kompetisi dan sekolah sepak bola khusus putri di Samarinda.

Menurut legenda sepak bola Indonesia itu, MLSC menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri di Kalimantan Timur.

"Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita," ujar Jacksen dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Klasemen BRI Super League: Borneo FC Pangkas Jarak dengan Persib Bandung

"Di Borneo FC Academy selama ini memang belum ada kelas khusus putri karena fokus kami masih di laki-laki. Tapi setelah saya terlibat dalam proyek MLSC, saya bicara dengan owner dan pengurus, dan kami akan membuka kelas untuk putri. Rencananya launching pada 17 Mei," ujar Jacksen.

Jacksen juga telah mengantongi 25 nama pemain putri berbakat dari turnamen ini untuk mengikuti program pembinaan lanjutan bertajuk MilkLife Soccer Extra Training.

Program tersebut akan digelar dengan intensitas tinggi, minimal tiga kali dalam sepekan, mengingat pembinaan sepak bola putri di Samarinda masih berada pada tahap awal.

"Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda mau tidak mau harus minimal tiga kali karena kita benar-benar mulai dari nol. Pasti untuk saat ini kita masih tertinggal dibanding kota lain, tetapi kita harus kejar semaksimal mungkin dan kerja lebih keras," kata Jacksen.

Dukungan Penuh untuk Ekosistem Sepak Bola Putri

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut antusiasme peserta di Samarinda sangat luar biasa.

Load More