Bola / Bola Indonesia
Minggu, 26 April 2026 | 19:16 WIB
Cahya Supriadi tampil gemilang saat PSIM menahan Persija 1-1. Penyelamatan penalti membuatnya meraih MOTM dan pujian dari Jean-Paul van Gastel. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Baca 10 detik
  • Kiper Cahya Supriadi membawa PSIM Yogyakarta menahan imbang Persija Jakarta 1-1 dalam laga Super League pada Rabu (22/4/2026).
  • Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Cahya menggagalkan tendangan penalti lawan sehingga PSIM meraih satu poin penting.
  • Berkat penampilan impresif tersebut, Cahya meraih gelar pemain terbaik dan mendapat apresiasi tinggi dari pelatih Jean-Paul van Gastel.

Suara.com - Cahya Supriadi menjadi pahlawan PSIM Yogyakarta saat menahan imbang Persija Jakarta 1-1 pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Kiper muda itu menggagalkan penalti mantan klubnya sekaligus mengamankan satu poin berharga bagi Laskar Mataram.

Aksi gemilang Cahya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (22/4/2026), juga mengantarkannya meraih penghargaan Man of the Match. Penampilan impresifnya pun menuai pujian dari pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.

Tampil Gemilang Lawan Mantan Klub

Jean-Paul Van Gastel, juru taktik PSIM Yogyakarta. (Instagram/jpvangastel_official)

Cahya dipaksa bekerja keras sepanjang laga untuk meredam serangan Persija. Momen krusial terjadi ketika Persija mendapat hadiah penalti, tetapi Cahya dengan tenang mampu menggagalkan eksekusi Emaxwell Souza.

Penyelamatan tersebut memastikan PSIM membawa pulang satu poin penting dari laga tandang.

"Bersyukur bisa menjadi Man of the Match dalam laga kemarin. Ini pencapaian yang baik untuk saya secara pribadi," ujar Cahya.

Menghadapi mantan klub memberi motivasi tambahan bagi kiper asal Karawang itu.

"Pastinya sangat senang bisa bertemu kembali dengan mantan tim saya, Persija, dan kini bermain melawan mereka," katanya.

Cahya mengakui Persija memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Dilirik Klub Polandia, Fokus Utama Tetap Persija

"Kualitas pemain Persija tidak perlu diragukan lagi. Mereka banyak menciptakan peluang berbahaya. Tapi, Alhamdulillah, kami berjuang keras dan bisa meraih satu poin," ucapnya.

Van Gastel: Masa Depannya Cerah

Penampilan Cahya mendapat apresiasi tinggi dari Jean-Paul van Gastel. Pelatih asal Belanda itu menilai Cahya memiliki potensi besar untuk menjadi kiper top di masa depan.

"Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan sudah masuk tim nasional, sehingga masa depannya sangat cerah," ujar Van Gastel.

Ia juga menyoroti pentingnya penyelamatan penalti tersebut bagi kepercayaan diri tim.

"Secara keseluruhan, penampilannya sangat baik, dan saya puas dengan konsistensinya sepanjang musim ini," tambahnya.

Load More