Bola / Liga Italia
Minggu, 25 Januari 2026 | 09:46 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku bangga dengan reaksi para pemainnya usai membalikkan keadaan dan menghajar Pisa 6-2 pada laga Serie A pekan ke-22 di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1) diihari WIB. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Inter Milan menang telak 6-2 atas Pisa pada Serie A pekan ke-22 di Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1).
  • Pelatih Cristian Chivu bertanggung jawab atas gol awal Pisa karena instruksi membangun serangan dari belakang.
  • Reaksi positif tim usai tertinggal dua gol menjadi penentu utama kemenangan telak Inter Milan tersebut.

Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku bangga dengan reaksi para pemainnya usai membalikkan keadaan dan menghajar Pisa 6-2 pada laga Serie A pekan ke-22 di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1) diihari WIB.

Chivu juga secara terbuka mengambil tanggung jawab atas kesalahan kiper Yann Sommer yang berujung gol pembuka tim tamu.

Inter sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol lebih dulu di kandang sendiri.

Gol pertama Pisa tercipta lewat sepakan lob jarak jauh Stefano Moreo, yang memanfaatkan kesalahan Sommer saat mencoba membangun serangan dari belakang.

Tak lama berselang, Pisa kembali mencetak gol lewat situasi bola mati.

Penjaga gawang Inter Milan, Yann Sommer. [Instagram Yann Sommer]

Namun, Nerazzurri menunjukkan mental juara. Inter berhasil menyamakan skor bahkan sebelum turun minum, lalu menambah tiga gol lagi di babak kedua untuk mengunci kemenangan telak 6-2.

Usai laga, Chivu tak menyalahkan anak asuhnya, termasuk Sommer. Ia justru menegaskan bahwa kesalahan tersebut adalah konsekuensi dari instruksi taktis yang ia berikan.

“Itu salah saya, karena saya yang meminta kiper membangun permainan dari belakang. Terkadang saya menempatkan Yann dalam situasi sulit,” ujar Chivu kepada DAZN.

Menurutnya, momen krusial pertandingan terjadi setelah Inter tertinggal dua gol. Dari situ, reaksi tim menjadi penentu.

Baca Juga: Taktik Jitu Chivu, Federico Dimarco Jadi Kunci Pesta Gol Inter Milan

“Kami bisa saja runtuh, tetapi justru sebaliknya. Tim menunjukkan kebanggaan, terus menekan dengan kualitas dan intensitas tinggi. Sikap dan reaksi seperti inilah yang paling penting,” tegasnya.

Keputusan Chivu memasukkan Federico Dimarco menggantikan Luis Henrique pada menit ke-34 terbukti jitu.

Dimarco tampil sebagai Man of the Match dengan kontribusi satu gol dan satu assist, sekaligus mengubah dinamika permainan Inter.

“Pertandingan berlangsung hampir 100 menit dan selalu bisa dibalik. Pergantian itu membantu kami menemukan keseimbangan,” kata Chivu.

Inter kemudian mencetak gol lewat Piotr Zielinski, Lautaro Martinez, dan Francesco Pio Esposito. Esposito bahkan membawa Inter unggul tepat sebelum jeda, menandai gol ketiganya di Serie A musim ini.

“Ia ingin membuktikan diri dan berani mengambil tanggung jawab, sama seperti 25 pemain kami lainnya,” puji Chivu.

Load More