- Inter Milan menang telak 6-2 atas Pisa pada Serie A pekan ke-22 di Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1).
- Pelatih Cristian Chivu bertanggung jawab atas gol awal Pisa karena instruksi membangun serangan dari belakang.
- Reaksi positif tim usai tertinggal dua gol menjadi penentu utama kemenangan telak Inter Milan tersebut.
Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku bangga dengan reaksi para pemainnya usai membalikkan keadaan dan menghajar Pisa 6-2 pada laga Serie A pekan ke-22 di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1) diihari WIB.
Chivu juga secara terbuka mengambil tanggung jawab atas kesalahan kiper Yann Sommer yang berujung gol pembuka tim tamu.
Inter sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol lebih dulu di kandang sendiri.
Gol pertama Pisa tercipta lewat sepakan lob jarak jauh Stefano Moreo, yang memanfaatkan kesalahan Sommer saat mencoba membangun serangan dari belakang.
Tak lama berselang, Pisa kembali mencetak gol lewat situasi bola mati.
Namun, Nerazzurri menunjukkan mental juara. Inter berhasil menyamakan skor bahkan sebelum turun minum, lalu menambah tiga gol lagi di babak kedua untuk mengunci kemenangan telak 6-2.
Usai laga, Chivu tak menyalahkan anak asuhnya, termasuk Sommer. Ia justru menegaskan bahwa kesalahan tersebut adalah konsekuensi dari instruksi taktis yang ia berikan.
“Itu salah saya, karena saya yang meminta kiper membangun permainan dari belakang. Terkadang saya menempatkan Yann dalam situasi sulit,” ujar Chivu kepada DAZN.
Menurutnya, momen krusial pertandingan terjadi setelah Inter tertinggal dua gol. Dari situ, reaksi tim menjadi penentu.
Baca Juga: Taktik Jitu Chivu, Federico Dimarco Jadi Kunci Pesta Gol Inter Milan
“Kami bisa saja runtuh, tetapi justru sebaliknya. Tim menunjukkan kebanggaan, terus menekan dengan kualitas dan intensitas tinggi. Sikap dan reaksi seperti inilah yang paling penting,” tegasnya.
Keputusan Chivu memasukkan Federico Dimarco menggantikan Luis Henrique pada menit ke-34 terbukti jitu.
Dimarco tampil sebagai Man of the Match dengan kontribusi satu gol dan satu assist, sekaligus mengubah dinamika permainan Inter.
“Pertandingan berlangsung hampir 100 menit dan selalu bisa dibalik. Pergantian itu membantu kami menemukan keseimbangan,” kata Chivu.
Inter kemudian mencetak gol lewat Piotr Zielinski, Lautaro Martinez, dan Francesco Pio Esposito. Esposito bahkan membawa Inter unggul tepat sebelum jeda, menandai gol ketiganya di Serie A musim ini.
“Ia ingin membuktikan diri dan berani mengambil tanggung jawab, sama seperti 25 pemain kami lainnya,” puji Chivu.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Membedah Teknologi di Balik Jersey Anyar Timnas Indonesia, 2 Fitur Jadi Kuncian
-
Dibantai 3-0, Pep Guardiola Peringatkan Real Madrid
-
Mikel Arteta Ingin Arsenal Main Lebih Efektif saat Jamu Bayer Leverkusen
-
Dorong Ball Boy, Pemain Chelsea Terancam Sanksi UEFA
-
Graham Potter Perpanjang Kontrak Bersama Timnas Swedia Hingga 2030
-
Menang Telak di Leg Pertama, PSG Tak Main Aman Lawan Chelsea di Stamford Bridge
-
Calvin Verdonk Tak Dimainkan, Lille Kalah Tipis dari Aston Villa
-
Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati