Bola / Liga Inggris
Minggu, 25 Januari 2026 | 12:32 WIB
Ilustrasi Arteta vs Carrick [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Manchester United mengalahkan Manchester City 2-0 pada debut interim Michael Carrick menggunakan transisi cepat efektif.
  • Kemenangan United tersebut ditandai efektivitas serangan balik dan catatan expected goals (xG) City yang sangat rendah.
  • Laga krusial berikutnya melawan Arsenal akan menguji konsistensi United melawan tim dengan pertahanan terbaik liga.

Suara.com - Manchester United memasuki ujian krusial setelah tampil luar biasa dengan menaklukkan Manchester City 2-0 pada akhir pekan lalu.

Kemenangan tersebut menjadi debut sempurna bagi Michael Carrick sebagai pelatih interim, namun laga berikutnya melawan Arsenal akan menentukan apakah performa itu awal kebangkitan nyata atau sekadar harapan palsu yang kembali menghantui Setan Merah.

Di Old Trafford, United tampil dominan secara taktik meski kalah penguasaan bola.

Mereka membiarkan City mengontrol permainan, lalu menghukum lewat transisi cepat yang mematikan.

Deretan Fakta Menarik Usai Manchester United Permalukan Man City di Old Trafford. [Dok. IG Man United]

Strategi ini sukses besar, City hanya mencatatkan expected goals (xG) 0,45, sementara United unggul jauh dan bahkan sempat mencetak tiga gol yang dianulir karena offside tipis.

Kemenangan atas City juga mencatatkan salah satu selisih xG terburuk sepanjang era Pep Guardiola di Premier League.

Fakta ini menegaskan betapa efektif dan solidnya United, baik dalam bertahan maupun menyerang.

Transisi Cepat Jadi Senjata Utama United

Carrick menurunkan skema yang memaksimalkan kecepatan dan dinamika lini depan. Pemilihan Bryan Mbeumo sebagai ujung tombak, menggantikan Benjamin Sesko yang tengah on fire, terbukti tepat.

Baca Juga: 5 Fakta Kekalahan Menyakitkan Liverpool dari Bournemouth: Rekor Buruk The Reds Sejak 2021

Gol pembuka United lahir dari serangan balik cepat, melibatkan Bruno Fernandes, Amad Diallo, Patrick Dorgu, dan Mbeumo yang menuntaskannya dengan dingin.

United juga mencatatkan kecepatan progresi bola tercepat mereka dalam satu laga Premier League sejak data dicatat Opta, menegaskan identitas permainan berbasis transisi yang sangat efektif.

Kemenangan meyakinkan atas Inter Milan membuat The Gunners menorehkan rekor baru sepanjang sejarah klub yang telah berdiri selama 140 tahun. [Instagram Arsenal]

Ancaman Masih Membayangi

Meski tampil impresif, keraguan belum sepenuhnya sirna. Dalam beberapa musim terakhir, Manchester United kerap menunjukkan performa besar di laga-laga prestisius, namun gagal menjaga konsistensi setelahnya.

Contoh paling nyata adalah kemenangan atas rival-rival besar yang sering diikuti rentetan hasil buruk.

Statistik juga menunjukkan United justru kerap kesulitan saat menghadapi tim papan bawah, ketika mereka dituntut mendominasi penguasaan bola dan membongkar pertahanan rapat.

Load More