-
Shayne Pattynama menyusul pemain naturalisasi lainnya untuk bermain di kompetisi Super League Indonesia.
-
PSSI menegaskan tidak bisa mengintervensi pilihan klub karena pemain tidak digaji federasi.
-
Kehadiran bintang Timnas di liga lokal dianggap mampu meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola.
Suara.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 kini kedatangan wajah baru yang sudah sangat akrab.
Shayne Pattynama secara resmi mengikuti jejak rekan setimnya di Timnas Indonesia untuk merumput di tanah air.
Keputusan bek kiri ini menambah daftar panjang pemain keturunan yang memilih berkarier di kompetisi domestik Indonesia.
Langkah Shayne ini memicu berbagai reaksi dari kalangan pencinta sepak bola nasional yang memantau pergerakan bursa transfer.
Fenomena ini menarik perhatian karena sebelumnya banyak pemain diaspora yang lebih memilih berkarier di luar negeri.
Pihak federasi melalui Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, memberikan tanggapan resmi terkait tren kepindahan ini.
Arya menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mencampuri urusan kontrak profesional individu pemain tersebut.
Setiap pemain memiliki otoritas penuh untuk menentukan pelabuhan karier mereka selanjutnya tanpa intervensi dari PSSI.
Federasi menegaskan bahwa hubungan kerja antara pemain dan klub di luar tanggung jawab organisasi PSSI secara langsung.
Baca Juga: Kabar 2 Pemain Timnas Indonesia: Miliano Jonathans dan Joey Pelupessy Berkontribusi Banyak
Ketegasan ini disampaikan agar publik memahami batasan antara tugas federasi dan hak privasi para atlet.
Dalam keterangannya, Arya Sinulingga secara jujur mengungkapkan posisi federasi terhadap kondisi keuangan para pemain yang bersangkutan.
"Yang seperti kami sampaikan, pertama ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka, kami tidak gaji mereka," kata Arya.
Kalimat tersebut merujuk pada fakta bahwa gaji pemain sepenuhnya dibayar oleh klub, bukan oleh pihak federasi.
Sehingga, instruksi teknis mengenai pemilihan klub tidak bisa dilakukan oleh PSSI dalam situasi transfer seperti saat ini.
PSSI memandang kepindahan ini sebagai bagian dari perjalanan karier yang wajar bagi seorang pesepak bola profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Kata Pahlawan Persib Bandung Berguinho Usai Kemenangan Susah Payah atas PSBS Biak
-
Jay Idzes Tampil Solid, Sassuolo Kalahkan Cremonese, Fabio Grosso Puji Setinggi Langit
-
Fantastis, Penasihat Teknis PSSI Jordi Cruyff Dapat Gaji Termahal Sepanjang Sejarah Ajax
-
Emil Audero Lakukan Blunder Lawan Sassuolo, Pelatih Cremonese Ogah Salahkan Kiper Timnas Indonesia
-
Rapor Jay Idzes Usai Kemenangan Sassuolo Tekuk Emil Audero Cs, Nemanja Matic Jadi MVP
-
Shayne Pattynama Susul Thom Haye Tampil di Super League, PSSI Angkat Tangan
-
Izin! Kumpulan Meme dan Video Kocak Usai Kemenangan MU atas Arsenal
-
Napoli Dihancurkan Juventus 0-3, Antonio Conte Kambinghitamkan Wasit
-
Kronologis Emil Audero Ditinggal Bus Usai Kekalahan dari Jay Idzes Cs, Gara-gara Orang Indonesia
-
Klasemen Terbaru Serie A: Juventus Hancurkan Napoli, AC Milan Imbang, Inter Kokoh di Puncak