Bola / Liga Spanyol
Senin, 26 Januari 2026 | 11:48 WIB
Penalti panenka Brahim Diaz di Final Piala Afrika 2026 antara Maroko vs Senegal [Instagram]
Baca 10 detik
  • Kylian Mbappe mencetak dua gol saat Real Madrid menang 2-0 atas Villarreal, membawa timnya ke puncak klasemen La Liga.
  • Mbappe mendedikasikan gol penalti Panenka kepada Brahim Diaz, memberikan dukungan moral setelah kegagalan penalti di Piala Afrika.
  • Kemenangan di Estadio de la Ceramica ini memastikan tiga poin bagi Los Blancos, menegaskan solidaritas dalam skuad tim tersebut.

Suara.com - Kylian Mbappe menjadi bintang saat Real Madrid meraih kemenangan penting 2-0 atas Villarreal pada lanjutan La Liga Spanyol di Estadio de la Ceramica.

Dua gol Mbappe memastikan Los Blancos meraih tiga poin sekaligus naik ke puncak klasemen sementara La Liga.

Mbappe membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-47 sebelum mengunci kemenangan di masa injury time.

Gol keduanya tercipta lewat eksekusi penalti bergaya Panenka setelah ia dilanggar Alfonso Pedraza di dalam kotak terlarang.

Dalam tayangan kamera Movistar yang dikutip Diario AS, Mbappe terlihat mendedikasikan gol penaltinya tersebut kepada rekan setimnya, Brahim Diaz.

Penyerang asal Prancis itu berteriak “untukmu, untukmu” sambil menunjuk ke arah bangku cadangan Real Madrid.

Gestur Mbappe itu menjadi bentuk dukungan moral bagi Brahim Diaz, yang baru saja mengalami pekan sulit.

Pada final Piala Afrika akhir pekan lalu, penalti Panenka Brahim bersama Timnas Maroko gagal setelah berhasil ditepis kiper Senegal, Edouard Mendy.

Maroko akhirnya kalah 0-1 lewat gol Pape Gueye, pemain yang juga tampil dalam laga Villarreal kontra Real Madrid.

Baca Juga: Resmi! Casemiro Tinggalkan Manchester United pada Akhir Musim

Brahim sempat menuai kritik tajam atas kegagalan tersebut dan telah menyampaikan permintaan maaf.

Meski demikian, dukungan dari skuad Real Madrid terus mengalir, dan aksi Mbappe semakin menegaskan solidaritas di dalam tim.

Setelah kembali bergabung dengan Real Madrid, Brahim kini berupaya bangkit dan fokus menatap sisa musim.

Pemain berusia 26 tahun itu merupakan bagian penting dari rencana Alvaro Arbeloa, yang baru pertama kali bekerja dengannya pekan ini setelah Xabi Alonso dipecat saat Brahim masih membela Maroko di Piala Afrika.

Brahim Diaz diharapkan mampu segera menemukan kembali performa terbaiknya dan bersaing memperebutkan tempat utama di skuad Real Madrid, meski harus menghadapi persaingan ketat dari Rodrygo Goes dan Franco Mastantuono dalam beberapa pekan ke depan.

Kontributor: Azka Putra

Load More