Bola / Bola Indonesia
Senin, 26 Januari 2026 | 15:02 WIB
Pemain Naturalisasi Berbondong-bondong Main di Super League, Timnas Indonesia Auto Juara Piala AFF? (Instagram/pssi)
Baca 10 detik
  • Sebanyak tujuh pemain naturalisasi dan diaspora, termasuk Thom Haye dan Rafael Struick, kini berkarier di Super League 2025/2026 bersama klub-klub besar Liga Indonesia.
  • Keberadaan mereka di liga domestik membuka peluang Timnas Indonesia tampil dengan kekuatan penuh di Piala AFF 2026 karena kendala izin klub luar negeri bisa diminimalisir.
  • PSSI menegaskan bahwa kualitas liga harus terus ditingkatkan agar performa pemain tetap terjaga, sementara pelatih John Herdman aktif memantau langsung aksi mereka di stadion.

Suara.com - Fenomena menarik terjadi pada gelaran Super League musim 2025/2026 di mana sejumlah pemain naturalisasi dan diaspora berbondong-bondong melanjutkan karier di Liga Indonesia.

Tercatat ada tujuh pemain berlabel Timnas Indonesia yang kini merumput di kompetisi domestik setelah sebelumnya berkarier di luar negeri.

Persib Bandung menjadi klub yang paling agresif dengan mengamankan jasa tiga pemain sekaligus, yakni Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx.

Langkah serupa diikuti oleh rival abadi mereka, Persija Jakarta, yang sukses mendatangkan bek berpengalaman Jordi Amat serta Shayne Pattynama.

Sementara itu, penyerang muda Rafael Struick memilih bergabung dengan Dewa United untuk mendapatkan menit bermain reguler.

Satu nama lainnya, Jens Raven, memutuskan untuk memperkuat Bali United guna menambah daya gedor Serdadu Tridatu.

Kehadiran para pemain ini memunculkan spekulasi bahwa Timnas Indonesia akan otomatis menjadi juara Piala AFF 2026.

Pasalnya, bermain di liga domestik membuat mereka lebih mudah dipanggil untuk memperkuat Tim Merah Putih di ajang non-kalender FIFA tersebut.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memberikan pandangannya terkait potensi keuntungan tersebut bagi skuad Garuda.

Baca Juga: Shayne Pattynama Ungkap 3 Sosok yang Bikin Dirinya Yakin Gabung Persija Jakarta

Arya menilai banyaknya pemain diaspora yang bermain di dalam negeri memang berpotensi menguntungkan Timnas Indonesia, terutama untuk ajang tingkat ASEAN.

Namun, ia menegaskan bahwa jaminan juara tidak serta merta datang hanya karena kehadiran mereka di liga lokal.

Fokus utama federasi saat ini adalah menjaga agar kualitas kompetisi Super League terus meningkat seiring kedatangan pemain-pemain berkualitas Eropa ini.

"Kami diperkirakan adalah kualitas liganya yang terus naik, kalau tidak naik ya akan jelek," kata Arya kepada awak media.

PSSI optimistis bahwa kompetisi yang kompetitif akan menjaga performa para pemain timnas tetap berada di level tertinggi.

"Tapi kalau naik pasti tidak akan berdampak negatif bagi timnas Indonesia,” tambahnya.

Load More