-
Hector Souto mewaspadai perbedaan level antara kompetisi futsal ASEAN dengan tingkat Asia.
-
Timnas Indonesia akan menghadapi Korea Selatan, Kirgizstan, dan Irak di Indonesia Arena.
-
Fokus utama pelatih adalah memberikan pengalaman bertanding internasional bagi skuad Garuda.
Suara.com - Ambisi besar menyelimuti skuat Garuda jelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi futsal di benua kuning.
Juru taktik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan pandangan realistis mengenai peta persaingan turnamen ini.
Ia mengakui adanya perbedaan kelas yang cukup mencolok antara kompetisi tingkat Asia Tenggara dengan Asia.
Meski Indonesia memiliki catatan gemilang di wilayah ASEAN, tantangan di level kontinental jauh lebih berat.
Keberhasilan menjadi kampiun Piala AFF 2026 tidak lantas membuat sang pelatih merasa jemawa.
Status sebagai pendatang baru di level tertinggi menjadi catatan khusus bagi tim kepelatihan saat ini.
Ekspektasi tinggi dari publik tanah air menjadi bumbu penyedap menjelang pertandingan pembuka grup A tersebut.
Souto membeberkan pandangannya mengenai perbedaan kualitas lawan yang akan dihadapi oleh anak asuhnya nanti.
"Kami sudah terbiasa berkompetisi dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam. Tapi di level Asia, Indonesia sebenarnya belum berpengalaman, maka saya katakan pertandingan ini sangat sulit," kata Souto dalam konferensi pers sehari jelang laga.
Baca Juga: Resmi! Indonesia Ajukan Bidding Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Pelatih asal Spanyol ini menegaskan bahwa fokus utama tim adalah mencari jam terbang internasional.
Membangun mentalitas bertanding menjadi prioritas utama sebelum mengejar prestasi yang jauh lebih tinggi lagi.
Target yang dicanangkan bukan sekadar kemenangan, melainkan proses adaptasi pemain dengan atmosfer kompetisi Asia.
"Kami belum berpengalaman di level Asia, makanya kami ingin mengecap pengalaman itu di sini, itulah target kami," jelasnya.
Souto ingin para pemainnya belajar banyak dari setiap menit yang mereka mainkan di lapangan.
Pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat akan menjadi modal berharga bagi masa depan futsal nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih