Bola / Bola Indonesia
Senin, 26 Januari 2026 | 20:05 WIB
Thom Haye (Suara.com)
Baca 10 detik
  • PSSI menjamin kualitas Timnas Indonesia tetap stabil meskipun banyak pemain diaspora bermain di liga lokal.

  • Tujuh pemain internasional memperkuat klub-klub besar di Liga Super 2025/2026 demi meningkatkan daya saing.

  • Pelatih John Herdman memantau langsung pertandingan domestik untuk menyeleksi pemain terbaik bagi skuad Garuda.

Suara.com - Fenomena kepindahan massal pemain diaspora ke kompetisi domestik memicu diskusi hangat mengenai masa depan skuad Garuda Timnas Indonesia.

PSSI memberikan respons tegas bahwa performa tim nasional tidak akan mengalami penurunan akibat tren perpindahan tersebut.

Transformasi karier para pemain internasional ini justru dipandang sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola tanah air.

Kuncinya terletak pada konsistensi peningkatan standar kompetisi yang saat ini tengah diperjuangkan oleh otoritas terkait.

Saat ini tercatat ada tujuh nama besar yang memutuskan untuk mencicipi atmosfer ketatnya persaingan Liga Super.

Pemain seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders kini resmi memulai petualangan baru mereka di lapangan hijau Indonesia.

Selain mereka, nama-nama beken seperti Dion Markx dan Jordi Amat juga telah mengonfirmasi kehadiran mereka di liga.

Shayne Pattynama, Jens Raven, hingga penyerang muda Rafael Struick turut melengkapi daftar pemain yang kembali pulang.

Kehadiran mereka diyakini akan memberikan warna baru dan meningkatkan nilai jual kompetisi di mata internasional.

Baca Juga: Bocoran Orang Dalam PSSI, John Herdman Kantongi Nama-nama Pemain Keturunan Eropa Buat Dipantau

Langkah berani para pemain ini membuktikan bahwa daya tarik liga domestik mulai setara dengan liga luar.

Persib Bandung menjadi tim yang paling agresif dalam memanfaatkan bursa transfer musim ini untuk merekrut pemain kelas dunia.

Klub berjuluk Maung Bandung tersebut sukses mengamankan tanda tangan tiga pilar penting sekaligus untuk memperkuat lini mereka.

Tidak mau kalah, Persija Jakarta juga bergerak cepat dengan mendatangkan bek-bek tangguh berpengalaman internasional.

Dewa United dan Bali United turut andil dalam memeriahkan kompetisi dengan mendatangkan penyerang-penyerang tajam.

Bahkan, kehadiran mantan bintang PSG, Layvin Kurzawa, menjadi bukti nyata bahwa standar liga Indonesia sedang meroket.

Arya Sinulingga selaku Anggota Exco PSSI memberikan penekanan khusus pada aspek mutu pertandingan di Liga Super.

Federasi terus mendorong pengelola liga agar tidak berhenti melakukan inovasi demi menjaga gengsi kompetisi nasional.

Menurut Arya, kualitas liga yang kompetitif adalah syarat mutlak agar pemain timnas tetap berada di level terbaik.

Dampak kehadiran pemain berpengalaman Eropa diharapkan mampu menularkan etos kerja profesional kepada para talenta lokal.

PSSI optimistis bahwa sinergi ini akan menciptakan ekosistem sepak bola yang jauh lebih sehat dan maju.

Arya menjelaskan bahwa kekhawatiran publik mengenai penurunan kualitas individu pemain diaspora tidak perlu berlebihan.

Ia percaya bahwa selama liga memiliki intensitas tinggi, maka kemampuan para pemain akan tetap terjaga maksimal.

"Kami diperkirakan adalah kualitas liganya yang terus naik. Kalau tidak naik ya akan jelek. Tapi kalau naik pasti tidak akan berdampak negatif bagi timnas Indonesia,” kata Arya kepada awak media termasuk Suara.com.

Hal ini menjadi dasar kuat bagi PSSI untuk terus memantau jalannya kompetisi secara mendalam dan menyeluruh.

Visi besar federasi adalah menjadikan liga domestik sebagai kawah candradimuka yang mumpuni bagi seluruh pemain.

Kepulangan para pemain ini ke tanah air membawa angin segar bagi persiapan turnamen regional mendatang.

Piala AFF 2026 yang tidak masuk kalender resmi FIFA seringkali menjadi kendala dalam pemanggilan pemain luar negeri.

Dengan bermain di dalam negeri, birokrasi dan koordinasi pelepasan pemain menjadi jauh lebih sederhana dan efektif.

Meskipun demikian, kebijakan final mengenai siapa yang akan dipanggil tetap menjadi otoritas penuh staf pelatih.

Segala sesuatunya akan dikomunikasikan secara profesional antara pihak federasi, pelatih, dan masing-masing manajemen klub.

Mengenai peluang pemanggilan tersebut, Arya memberikan penjelasan bahwa banyak variabel yang harus dipertimbangkan secara matang.

“Belum tentu juga. Itu tergantung dari klubnya, jadwal kompetisi, dan berbagai faktor lainnya,” jelas Arya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap keputusan teknis akan diambil berdasarkan kebutuhan strategi tim nasional.

Federasi memastikan bahwa kepentingan nasional akan selalu selaras dengan keberlangsungan jadwal kompetisi liga yang berjalan.

Harmonisasi antara agenda timnas dan klub menjadi prioritas utama untuk menjaga performa pemain di lapangan.

John Herdman Pantau Langsung Liga SuperPelatih kepala John Herdman menunjukkan dedikasi tinggi dengan memantau langsung talenta-talenta di berbagai stadion.

Kehadiran pelatih asal Inggris tersebut di tribun penonton menjadi bukti keseriusannya dalam meracik komposisi tim.

PSSI menyambut baik inisiatif Herdman yang aktif turun ke lapangan untuk melihat kondisi fisik pemain.

"Kita lihat saja nanti. Dengan pengalaman beliau, kami optimis. Kemarin dia menonton Persija lawan Madura United, lalu Persita Tangerang kontra Bhayangkara FC."

“Ke depan dia akan terus menonton pertandingan Super League,” pungkasnya.

Kehadiran pelatih kelas dunia di bangku penonton memberikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil gemilang.

Setiap laga di Liga Super kini memiliki arti penting karena dipantau langsung oleh mata ahli.

Inilah momentum bagi sepak bola Indonesia untuk membuktikan bahwa liga domestik mampu melahirkan prestasi besar.

Dengan infrastruktur yang memadai dan pemain berkualitas, masa depan tim nasional terlihat sangat menjanjikan.

Dukungan publik tetap menjadi elemen krusial dalam perjalanan panjang menuju kesuksesan sepak bola tanah air.

Load More