Bola / Bola Indonesia
Selasa, 27 Januari 2026 | 12:42 WIB
Shayne Pattynama (Persija)
Baca 10 detik
  • The Jakmania belum merasa puas terhadap transfer pemain baru Persija karena performanya belum teruji.

  • Ketua Jakmania menuntut aksi nyata Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo di pertandingan mendatang.

  • Adaptasi dan chemistry pemain baru menjadi kunci utama kesuksesan Persija Jakarta di lapangan.

Suara.com - Langkah agresif Persija Jakarta di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 ternyata belum sepenuhnya membuat pimpinan The Jakmania tersenyum lebar.

Meski sudah mendatangkan empat pemain anyar, suporter setia Macan Kemayoran menilai pembuktian di atas lapangan tetap jadi ukuran utama.

Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, menegaskan bahwa rekrutan anyar Persija belum bisa langsung dinilai sukses hanya dari nama besar atau rekam jejak. 

Menurutnya, performa nyata saat pertandingan jauh lebih penting bagi suporter.

“Kalau dibilang puas, sih, belum ya. Karena belum teruji,” ujar Diky kepada awak media.

Persija memang bergerak cepat di bursa transfer tengah musim dengan memboyong Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, dan Shayne Pattynama

Namun, dari keempat nama tersebut, baru dua pemain yang benar-benar sudah merasakan atmosfer pertandingan bersama tim.

“Yang baru main kan Alaaeddine sama Fajar. Paulo Ricardo kita belum lihat, Shayne juga belum lihat,” katanya.

Bagi The Jakmania, minimnya menit bermain membuat penilaian terhadap pemain anyar belum bisa dilakukan secara utuh. 

Baca Juga: Hasil Super League: Brace Alex Martins Bawa Dewa United Bungkam Arema FC

Diky menegaskan bahwa suporter ingin melihat langsung kontribusi mereka, bukan sekadar melihat CV atau reputasi.

Meski begitu, Diky tetap mengapresiasi langkah manajemen Persija dalam mendatangkan pemain-pemain dengan kualitas mumpuni. Ia mengakui bahwa secara nama besar dan pengalaman, rekrutan anyar Macan Kemayoran terbilang menjanjikan.

“Kalau secara nama dan track record, pemain yang diambil Persija sekarang bagus-bagus. Bisa dibilang pemain yang oke,” lanjutnya.

Namun, ia kembali menekankan bahwa sepak bola tidak hanya soal kualitas individu.

Kekompakan tim, kecepatan adaptasi, serta chemistry di lapangan menjadi faktor penentu apakah seorang pemain benar-benar layak disebut sukses.

“Kita harus lihat hasil di lapangan, bagaimana kerja samanya dengan tim, adaptasinya cepat atau tidak. Itu yang paling penting,” tegas Diky.

Load More