-
Michael Carrick sukses membangkitkan semangat juang pemain Manchester United sejak awal Januari 2026.
-
United meraih kemenangan krusial atas Manchester City dan Arsenal berkat strategi brilian Carrick.
-
Matheus Cunha jadi pahlawan kemenangan meski sering bermain sebagai pemain pengganti di United.
"Tentu saja itu pertandingan yang sulit. Namun, kami bisa menang. Itu luar biasa," tutur dia.
Setelah menekuk City, tantangan berikutnya adalah bertandang ke markas Arsenal di Stadion Emirates yang sangat angker.
Laga berjalan sangat ketat namun United kembali menunjukkan taringnya dengan meraih kemenangan tipis 3-2 yang dramatis.
Dua kemenangan beruntun melawan tim papan atas Liga Inggris ini langsung mengubah peta persaingan di klasemen sementara.
Maguire menegaskan bahwa mentalitas pantang menyerah menjadi kunci utama kesuksesan mereka meraih poin penuh di London.
Selain faktor manajerial, sosok Matheus Cunha juga menjadi sorotan tajam karena performanya yang sangat luar biasa.
Pemain berkebangsaan Brasil tersebut tampil sebagai sosok antagonis bagi lawan meski memulai laga dari bangku cadangan.
Maguire memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi yang ditunjukkan Cunha saat diberikan kesempatan bermain oleh sang manajer.
Kontribusi nyata sang penyerang terlihat jelas dari perubahan alur serangan tim ketika ia mulai menginjakkan kaki.
Baca Juga: Roy Keane Ragukan Michael Carrick, Manchester United Butuh Pelatih Lebih Besar
Ketenangan dan visi bermainnya dianggap mampu menghidupkan kreativitas lini depan United yang sempat buntu di awal.
"Dia memberikan perbedaan bagi kami, meski saya yakin dia tidak senang berada di bangku cadangan," kata Maguire.
Saat menjamu City, Cunha baru diturunkan pada menit ke-71 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Bryan Mbeumo.
Hanya butuh waktu enam menit bagi pemain lincah ini untuk memberikan asis matang bagi gol Patrick Dorgu.
Kejadian serupa terulang kembali saat United bertandang ke Emirates untuk menghadapi tekanan besar dari Meriam London.
Cunha masuk pada menit ke-69 dan kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kelas dunia yang sangat berbahaya.
Drama terjadi pada menit ke-87 ketika sepakan terukur Cunha mengoyak jala gawang Arsenal dan memastikan kemenangan tim.
Aksi klinis tersebut membuat United pulang dengan tiga poin berharga sekaligus membungkam keraguan para kritikus sepak bola dunia.
Kemampuan Cunha untuk langsung nyetel dengan irama permainan meski baru masuk menjadi nilai tambah yang sangat besar.
Maguire merasa sangat beruntung memiliki rekan setim yang memiliki dedikasi tinggi dan kualitas teknis mumpuni seperti itu.
"Itu menunjukkan bagaimana kualitas skuad dan penyerang kami," ujar Maguire dengan nada penuh rasa bangga dan optimisme.
Di sisi lain, Matheus Cunha sendiri bersikap sangat jujur mengenai perasaannya yang jarang mendapatkan menit bermain sejak awal.
Ia mengakui bahwa setiap pesepak bola profesional pasti memiliki ambisi besar untuk selalu menjadi pilihan utama pelatih.
Namun rasa kecewa tersebut tidak pernah ia tunjukkan dengan perilaku negatif yang dapat merusak keharmonisan timnya saat ini.
Cunha memilih untuk fokus pada kontribusi maksimal setiap kali dirinya dipercaya untuk turun mengenakan seragam kebanggaan United.
Baginya kepentingan kolektif jauh lebih penting daripada ego pribadi dalam mengejar target gelar juara di akhir musim.
"Setiap menit keberadaan saya di sini ditujukan untuk membantu tim dan teman-teman. Saya mengetahui persis bagaimana kualitas tim kami," kata Cunha.
Pemain asal Brasil ini menegaskan bahwa ia selalu siap tempur kapanpun manajer Michael Carrick membutuhkan tenaganya di lapangan.
Komitmen kuat ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Manchester United yang tengah berusaha kembali ke jalur juara.
Dengan perpaduan taktik cerdas Carrick dan kedalaman skuad yang mumpuni, United kini menjadi ancaman nyata bagi tim lain.
Maguire dan seluruh penggawa tim kini menatap laga-laga selanjutnya dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi