-
John Herdman selektif memilih asisten pelatih Timnas demi menjaga kualitas visi kepelatihan tim.
-
Pelatih Timnas Indonesia pantau langsung Super League 2025 untuk mencari bakat muda potensial.
-
Pengumuman staf kepelatihan Timnas Indonesia akan dilakukan setelah observasi internal selesai dilakukan.
Agenda utama Herdman saat ini adalah melakukan pendalaman karakter terhadap gaya permainan sepak bola di tanah air.
Ia tidak ingin hanya mengandalkan potongan video di layar kaca untuk menilai kualitas kompetisi di kasta tertinggi Indonesia.
John Herdman memilih hadir secara fisik di bangku penonton pada gelaran Super League musim 2025/2026 yang tengah berlangsung.
Menurutnya, atmosfer di stadion memberikan data yang lebih akurat mengenai mentalitas pemain serta ritme pertandingan yang sesungguhnya.
“Jadi, saya ingin berpikir jika pelatih Timnas Indonesia ada di stadion, akan ada perbedaan tingkat fokus dan intensitas,” tegasnya.
Komitmen Terhadap Regenerasi Skuad Garuda
Kehadiran langsung di tribun penonton juga membantunya dalam menyaring bibit-bibit baru yang layak mengenakan seragam Merah Putih.
Herdman memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam mengorbitkan pemain berusia belia sepanjang karier kepelatihannya di luar negeri.
Ia percaya bahwa regenerasi yang sehat akan menjadi fondasi yang kokoh bagi masa depan prestasi sepak bola Indonesia.
Oleh karena itu, asisten pelatih yang nanti terpilih harus memiliki dedikasi yang sama terhadap pengembangan talenta muda lokal.
Baca Juga: Mantan Anak Asuh John Herdman Makin Gacor, Kenapa Juventus Masih Cari Striker Baru?
"Karena saya akan memberikan kesempatan kepada para pemain, itu tidak diragukan lagi, dan selalu ada," ucapnya.
Baginya, usia hanyalah sebuah angka jika seorang pemain memiliki kemampuan teknis dan mental yang sudah mumpuni di lapangan.
Eksperimen taktik dan komposisi tim akan terus dilakukan hingga ia menemukan formula terbaik yang sesuai dengan visinya.
PSSI sendiri memberikan keleluasaan bagi Herdman untuk membentuk lingkungan kerja yang paling produktif guna mencapai target-target besar.
Kedisiplinan dalam memilih staf ini diharapkan mampu membawa dampak instan pada performa Timnas Indonesia di kancah internasional.
"Jika Anda melihat jejak jejak saya saya selalu percaya dengan para pemain muda. Jika para pemain cukup baik, semuanya cukup," pungkasnya.
Kini pecinta sepak bola nasional tinggal menunggu pengumuman resmi mengenai siapa saja sosok yang akan mengisi kursi kepelatihan.
Pendekatan selektif yang diterapkan Herdman diharapkan bisa menjadi standar baru dalam manajemen kepelatihan di tingkat nasional.
Setiap asisten pelatih yang ditunjuk nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan program kerja jangka panjang PSSI.
Transparansi dan komunikasi yang baik antara pelatih kepala dan federasi menjadi modal utama bagi kemajuan sepak bola kita.
Semua langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan Indonesia memiliki tim kepelatihan yang paling kompeten dan berdedikasi tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim