-
John Herdman selektif memilih asisten pelatih Timnas demi menjaga kualitas visi kepelatihan tim.
-
Pelatih Timnas Indonesia pantau langsung Super League 2025 untuk mencari bakat muda potensial.
-
Pengumuman staf kepelatihan Timnas Indonesia akan dilakukan setelah observasi internal selesai dilakukan.
Suara.com - Nakhoda baru Skuad Garuda, John Herdman, menunjukkan sikap yang sangat hati-hati dalam menyusun struktur tim kepelatihannya.
Juru taktik berkebangsaan Inggris ini tidak ingin gegabah dalam menetapkan siapa saja yang akan membantunya di pinggir lapangan.
Kecermatan ini diambil karena ia ingin memastikan setiap individu di tim ofisial memiliki keselarasan visi yang sempurna.
Hingga detik ini, publik baru mengenal sosok Cesar Meylan sebagai satu-satunya nama yang mendampingi posisi Herdman.
Penunjukan asisten pelatih lainnya, termasuk tenaga ahli dari Indonesia, masih dalam tahap pertimbangan yang sangat matang.
Mantan pelatih Timnas Kanada ini mengungkapkan bahwa keputusan final terkait asisten tidak akan muncul dalam waktu satu malam.
Ia secara aktif mengumpulkan berbagai data dan testimoni dari berbagai pihak sebelum menetapkan pilihan resminya kepada publik.
"Belum, para staf akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya kepada awak media.
Herdman merasa perlu melakukan pendekatan personal ke dalam internal tim untuk memetakan kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan pemain.
Baca Juga: Mantan Anak Asuh John Herdman Makin Gacor, Kenapa Juventus Masih Cari Striker Baru?
"Kembali lagi, Anda perlu mengelolanya secara internal, menyaksikan staf di sini. Anda perlu melakukan observasi internal untuk mendapatkan masukan dari para pemain," kata Herdman.
Sinergi Bersama Direktur Teknik PSSI
Meski banyak yang bertanya-tanya, John Herdman masih menyimpan rapat jadwal pengumuman resmi mengenai jajaran asisten pelatih Timnas.
Ia mengaku rutin melakukan diskusi mendalam dengan Alex Zwiers selaku Direktur Teknik PSSI dalam merancang blueprint kepelatihan.
Komunikasi intensif ini dilakukan agar setiap keputusan yang diambil memiliki landasan objektif dan bukan sekadar asumsi belaka.
Proses pengumpulan informasi ini menjadi kunci utama bagi sang pelatih berusia 50 tahun tersebut sebelum melangkah lebih jauh.
"Mereka akan melakukan proses feedback untuk mendapatkan informasi. Dengan informasi, saya bisa mengambil keputusan terbaik. Namun, informasi soal itu akan segera diumumkan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?