Bola / Bola Indonesia
Selasa, 27 Januari 2026 | 21:05 WIB
John Herdman (Suara.com)
Baca 10 detik
  • John Herdman selektif memilih asisten pelatih Timnas demi menjaga kualitas visi kepelatihan tim.

  • Pelatih Timnas Indonesia pantau langsung Super League 2025 untuk mencari bakat muda potensial.

  • Pengumuman staf kepelatihan Timnas Indonesia akan dilakukan setelah observasi internal selesai dilakukan.

Suara.com - Nakhoda baru Skuad Garuda, John Herdman, menunjukkan sikap yang sangat hati-hati dalam menyusun struktur tim kepelatihannya.

Juru taktik berkebangsaan Inggris ini tidak ingin gegabah dalam menetapkan siapa saja yang akan membantunya di pinggir lapangan.

Kecermatan ini diambil karena ia ingin memastikan setiap individu di tim ofisial memiliki keselarasan visi yang sempurna.

Hingga detik ini, publik baru mengenal sosok Cesar Meylan sebagai satu-satunya nama yang mendampingi posisi Herdman.

Penunjukan asisten pelatih lainnya, termasuk tenaga ahli dari Indonesia, masih dalam tahap pertimbangan yang sangat matang.

Mantan pelatih Timnas Kanada ini mengungkapkan bahwa keputusan final terkait asisten tidak akan muncul dalam waktu satu malam.

Ia secara aktif mengumpulkan berbagai data dan testimoni dari berbagai pihak sebelum menetapkan pilihan resminya kepada publik.

"Belum, para staf akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya kepada awak media.

Herdman merasa perlu melakukan pendekatan personal ke dalam internal tim untuk memetakan kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan pemain.

Baca Juga: Mantan Anak Asuh John Herdman Makin Gacor, Kenapa Juventus Masih Cari Striker Baru?

"Kembali lagi, Anda perlu mengelolanya secara internal, menyaksikan staf di sini. Anda perlu melakukan observasi internal untuk mendapatkan masukan dari para pemain," kata Herdman.

Sinergi Bersama Direktur Teknik PSSI
Meski banyak yang bertanya-tanya, John Herdman masih menyimpan rapat jadwal pengumuman resmi mengenai jajaran asisten pelatih Timnas.

Ia mengaku rutin melakukan diskusi mendalam dengan Alex Zwiers selaku Direktur Teknik PSSI dalam merancang blueprint kepelatihan.

Komunikasi intensif ini dilakukan agar setiap keputusan yang diambil memiliki landasan objektif dan bukan sekadar asumsi belaka.

Proses pengumpulan informasi ini menjadi kunci utama bagi sang pelatih berusia 50 tahun tersebut sebelum melangkah lebih jauh.

"Mereka akan melakukan proses feedback untuk mendapatkan informasi. Dengan informasi, saya bisa mengambil keputusan terbaik. Namun, informasi soal itu akan segera diumumkan," jelasnya.

Agenda utama Herdman saat ini adalah melakukan pendalaman karakter terhadap gaya permainan sepak bola di tanah air.

Ia tidak ingin hanya mengandalkan potongan video di layar kaca untuk menilai kualitas kompetisi di kasta tertinggi Indonesia.

John Herdman memilih hadir secara fisik di bangku penonton pada gelaran Super League musim 2025/2026 yang tengah berlangsung.

Menurutnya, atmosfer di stadion memberikan data yang lebih akurat mengenai mentalitas pemain serta ritme pertandingan yang sesungguhnya.

“Jadi, saya ingin berpikir jika pelatih Timnas Indonesia ada di stadion, akan ada perbedaan tingkat fokus dan intensitas,” tegasnya.

Komitmen Terhadap Regenerasi Skuad Garuda
Kehadiran langsung di tribun penonton juga membantunya dalam menyaring bibit-bibit baru yang layak mengenakan seragam Merah Putih.

Herdman memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam mengorbitkan pemain berusia belia sepanjang karier kepelatihannya di luar negeri.

Ia percaya bahwa regenerasi yang sehat akan menjadi fondasi yang kokoh bagi masa depan prestasi sepak bola Indonesia.

Oleh karena itu, asisten pelatih yang nanti terpilih harus memiliki dedikasi yang sama terhadap pengembangan talenta muda lokal.

"Karena saya akan memberikan kesempatan kepada para pemain, itu tidak diragukan lagi, dan selalu ada," ucapnya.

Baginya, usia hanyalah sebuah angka jika seorang pemain memiliki kemampuan teknis dan mental yang sudah mumpuni di lapangan.

Eksperimen taktik dan komposisi tim akan terus dilakukan hingga ia menemukan formula terbaik yang sesuai dengan visinya.

PSSI sendiri memberikan keleluasaan bagi Herdman untuk membentuk lingkungan kerja yang paling produktif guna mencapai target-target besar.

Kedisiplinan dalam memilih staf ini diharapkan mampu membawa dampak instan pada performa Timnas Indonesia di kancah internasional.

"Jika Anda melihat jejak jejak saya saya selalu percaya dengan para pemain muda. Jika para pemain cukup baik, semuanya cukup," pungkasnya.

Kini pecinta sepak bola nasional tinggal menunggu pengumuman resmi mengenai siapa saja sosok yang akan mengisi kursi kepelatihan.

Pendekatan selektif yang diterapkan Herdman diharapkan bisa menjadi standar baru dalam manajemen kepelatihan di tingkat nasional.

Setiap asisten pelatih yang ditunjuk nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan program kerja jangka panjang PSSI.

Transparansi dan komunikasi yang baik antara pelatih kepala dan federasi menjadi modal utama bagi kemajuan sepak bola kita.

Semua langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan Indonesia memiliki tim kepelatihan yang paling kompeten dan berdedikasi tinggi.

Load More