- Permintaan tiket Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko memecahkan rekor historis FIFA.
- Lonjakan permintaan memicu kenaikan harga ekstrem di pasar penjualan ulang tiket sekunder.
- FIFA mengambil komisi 30% dari penjualan ulang yang legal di Amerika Serikat tersebut.
Suara.com - Antusiasme terhadap Piala Dunia FIFA 2026 mencapai level ekstrem.
Harga tiket yang sangat mahal tidak menghalangi jutaan penggemar sepak bola dari seluruh dunia untuk tetap mengantre demi mendapatkan tiket turnamen terbesar di dunia tersebut, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui bahwa permintaan tiket kali ini jauh melampaui semua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Ia bahkan menyebut situasinya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah hampir 100 tahun Piala Dunia.
“Dalam hampir 100 tahun sejarah Piala Dunia, FIFA menjual sekitar 50 juta tiket. Tapi untuk Piala Dunia 2026 ini, hanya dalam empat minggu penjualan, kami menerima permintaan setara dengan 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus. Ini benar-benar unik dan luar biasa,” ujar Infantino saat berbicara di World Economic Forum, Davos, Swiss.
Lonjakan permintaan ini memicu kelangkaan tiket dan mendorong banyak penggemar yang gagal mendapatkan tiket resmi beralih ke platform penjualan ulang (resale).
Di sinilah harga melonjak drastis. Di marketplace resmi FIFA, tiket final Piala Dunia 2026 sempat tercantum dengan harga mencapai 230.000 dolar AS.
FIFA memang tidak menentukan harga resale, tetapi tetap memperoleh keuntungan tambahan dengan mengambil 30 persen komisi dari setiap transaksi penjualan ulang.
Infantino menegaskan bahwa di Amerika Serikat, praktik jual beli tiket di pasar sekunder adalah legal, sehingga FIFA tidak bisa melarangnya.
Baca Juga: Desakan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Belanda, Ribuan Warga Tandatangan Petisi Penolakan
Ia juga menyatakan bahwa seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 diprediksi akan terjual habis, yang berarti harga di pasar resale berpotensi naik lebih tinggi lagi.
Reaksi keras pun muncul dari komunitas penggemar sepak bola dunia. Harga tiket resmi FIFA sendiri sudah tergolong sangat mahal, dengan harga tertinggi mencapai 8.680 dolar AS per tiket.
Setelah menuai kritik, FIFA memang mengumumkan akan menyediakan tiket murah seharga 60 dolar AS untuk setiap pertandingan, khusus bagi 48 federasi sepak bola peserta.
Namun, jumlahnya terbatas dan tidak mengubah situasi pasar secara keseluruhan.
Di pasar sekunder, harga justru semakin tidak terkendali. Untuk final Piala Dunia di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026, harga resmi kategori satu tercatat 8.680 dolar AS.
Namun, di marketplace FIFA, harga terendah untuk tiket setara sudah mencapai 16.000 dolar AS, hampir dua kali lipat dari harga awal.
Berita Terkait
-
Desakan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Belanda, Ribuan Warga Tandatangan Petisi Penolakan
-
Timnas Inggris Ingin Bermarkas di 'Jantung Amerika' Selama Perhelatan Piala Dunia 2026
-
H-134 Piala Dunia 2026: Harga Hotel di AS, Kanada dan Meksiko Meroket, Suporter Berebut Reservasi
-
Teror Kartel Jelang Piala Dunia 2026: 11 Orang Tewas di Lapangan Sepak Bola Meksiko
-
Menlu RI Beri Tanggapan Ambisi Amerika Serikat Kuasai Greenland
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus