Bola / Bola Dunia
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:36 WIB
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
Baca 10 detik
  • Permintaan tiket Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko memecahkan rekor historis FIFA.
  • Lonjakan permintaan memicu kenaikan harga ekstrem di pasar penjualan ulang tiket sekunder.
  • FIFA mengambil komisi 30% dari penjualan ulang yang legal di Amerika Serikat tersebut.

Jika tiket itu terjual, FIFA tetap memperoleh keuntungan besar dari potongan komisi 30 persen.

Kelompok suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), secara terbuka menuduh FIFA melakukan pengkhianatan terhadap penggemar.

Direktur eksekutif FSE, Ronan Evain, menilai bahwa sebagian besar tiket yang beredar di platform resale dijual semata-mata untuk mencari keuntungan besar, bukan untuk kebutuhan fans sejati.

“Sebagian besar tiket yang dijual ulang itu murni untuk profit,” kata Evain.

FIFA sendiri membela kebijakannya. Dalam pernyataan resmi, FIFA menyebut bahwa sistem resale dan struktur biaya tersebut mengikuti praktik industri hiburan dan olahraga di Amerika Utara, di mana pasar sekunder tiket memang memiliki perlakuan hukum yang berbeda dibandingkan banyak negara lain.

“Kami fokus memastikan akses yang adil bagi penggemar lama maupun baru. Biaya resale FIFA disesuaikan dengan tren industri olahraga dan hiburan di Amerika Utara,” tulis FIFA.

Load More