- Permintaan tiket Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko memecahkan rekor historis FIFA.
- Lonjakan permintaan memicu kenaikan harga ekstrem di pasar penjualan ulang tiket sekunder.
- FIFA mengambil komisi 30% dari penjualan ulang yang legal di Amerika Serikat tersebut.
Jika tiket itu terjual, FIFA tetap memperoleh keuntungan besar dari potongan komisi 30 persen.
Kelompok suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), secara terbuka menuduh FIFA melakukan pengkhianatan terhadap penggemar.
Direktur eksekutif FSE, Ronan Evain, menilai bahwa sebagian besar tiket yang beredar di platform resale dijual semata-mata untuk mencari keuntungan besar, bukan untuk kebutuhan fans sejati.
“Sebagian besar tiket yang dijual ulang itu murni untuk profit,” kata Evain.
FIFA sendiri membela kebijakannya. Dalam pernyataan resmi, FIFA menyebut bahwa sistem resale dan struktur biaya tersebut mengikuti praktik industri hiburan dan olahraga di Amerika Utara, di mana pasar sekunder tiket memang memiliki perlakuan hukum yang berbeda dibandingkan banyak negara lain.
“Kami fokus memastikan akses yang adil bagi penggemar lama maupun baru. Biaya resale FIFA disesuaikan dengan tren industri olahraga dan hiburan di Amerika Utara,” tulis FIFA.
Berita Terkait
-
Desakan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Belanda, Ribuan Warga Tandatangan Petisi Penolakan
-
Timnas Inggris Ingin Bermarkas di 'Jantung Amerika' Selama Perhelatan Piala Dunia 2026
-
H-134 Piala Dunia 2026: Harga Hotel di AS, Kanada dan Meksiko Meroket, Suporter Berebut Reservasi
-
Teror Kartel Jelang Piala Dunia 2026: 11 Orang Tewas di Lapangan Sepak Bola Meksiko
-
Menlu RI Beri Tanggapan Ambisi Amerika Serikat Kuasai Greenland
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah