Bola / Bola Indonesia
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:00 WIB
Bek PSIS Semarang, Alfeandra Dewangga saat menghadapi PSBS Biak di laga pekan ketiga BRI Liga 1 2024/2025. [Dok. PSIS Semarang]
Baca 10 detik
  • Bek Persib, Alfeandra Dewangga, mewaspadai Persis Solo dalam laga tandang BRI Super League di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026).
  • Meskipun Persib memimpin klasemen dengan 41 poin dan Persis di dasar (10 poin), Dewangga tak menganggap remeh lawan.
  • Dewangga menekankan bahwa kesulitan sebelumnya melawan tim papan bawah jadi pelajaran penting menghadapi Persis Solo.

Suara.com - Bek Persib Bandung, Alfeandra Dewangga, tidak akan menganggap enteng Persis Solo, pada pertandingan tandang kompetisi BRI Super League 2026/2026.

Menurut Dewangga, saat ini hingga pekan ke-18 Super League 2025/2026 posisi Persib Bandung di klasemen memang berada di atas Persis Solo.

Skuad Maung Bandung berada di puncak klasemen sementara kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan mengumpulkan 41 poin.

Sedangkan Persis berada di papan bawah, tepatnya zona degradasi di peringkat 18 atau dasar klasemen dengan mengumpulkan 10 poin.

Posisi klasemen yang sangat jomplang tersebut, menurutnya tidak dapat dijadikan patokan untuk pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026).

Hal itu berkaca dari pertandingan Persib sebelumnya ketika menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (25/1/2026).

Pada laga pekan ke-18 tersebut, Persib kesulitan untuk menghadapi PSBS yang merupakan penghuni papan bawah.

Bahkan, skuad Maung Bandung hanya unggul tipis 1-0 lewat gol Berguinho di menit 88. Padahal, PSBS bermain dengan 10 pemain sejak menit 56.

"Sebenernya kita enggak boleh meramehkan lawan ya," kata pemain yang menggunakan nomor punggung 19 ini.

Baca Juga: Marc Klok Siap Buat Layvin Kurzawa Nyaman di Persib Bandung

"Apalagi kemarin kan kita juga kesusahan, apalagi kita lihat ranking kita dengan Biak kan juga jauh," ucap mantan pemain PSIS ini menegaskan.

Lebih lanjut Dewangga mengatakan, di kompetisi sepak bola Indonesia hasil akhir sangat sulit ditebak, selain itu secara kekuatan hampir merata.

Tak hanya itu, setiap tim yang berhadapan dengan Persib selalu memiliki motivasi berlipat, ditambah lagi Persis sedang berjuang untuk lolos dari zona degradasi.

"Karena di sepak bola Indonesia tidak ada yang bisa diprediksi, siapa yang bisa menang, siapa yang bisa kalah. Ya, ini Liga Indonesia," tegasnya.

Pada pertandingan tersebut, Dewangga bersama rekan-rekannya siap bekerja keras lagi agar skuad Maung Bandung bisa mengamankan poin penuh.

Kemenangan dibutuhkan Persib untuk menjaga posisi di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026, apalagi jarak poin tim papan atas cukup dekat.

Load More