Bola / Liga Inggris
Senin, 16 Maret 2026 | 10:31 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani di Japan Open 2025. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Putri Kusuma Wardani meraih posisi 'runner-up' Swiss Open 2026 setelah dikalahkan Supanida Katethong di Basel.
  • Putri mengakui tertekan saat final dan menilai strategi lawan efektif membatasi bola atas dan mempercepat tempo.
  • Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Putri untuk meningkatkan aspek fisik, teknik, dan ketahanan mentalnya.

Suara.com - Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menjadikan hasil runner-up di Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainannya, terutama dalam menghadapi tekanan pada pertandingan penting.

Pada partai final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu, Putri harus mengakui keunggulan pemain Thailand, Supanida Katethong, setelah kalah dua gim langsung dengan skor 11-21, 15-21.

“Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final.

Sebagai unggulan pertama, Putri tetap bersyukur bisa mencapai partai puncak turnamen tersebut. Namun, ia mengakui belum sepenuhnya puas karena merasa tidak mampu menampilkan performa terbaik pada laga penentuan gelar.

“Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya.

Putri juga menilai rangkaian turnamen yang dijalaninya dalam beberapa pekan terakhir memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya saat menghadapi para pemain papan atas dengan gaya bermain yang berbeda.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kemampuan menghadapi lawan dengan pertahanan kuat maupun serangan agresif.

“Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya.

Ke depan, Putri menyadari masih perlu melakukan banyak peningkatan, baik dari sisi kondisi fisik, kemampuan teknik, maupun aspek nonteknis seperti fokus dan ketahanan mental saat berada di bawah tekanan pertandingan.

Baca Juga: Swiss Open 2026: Terhenti di Semifinal, Amri/Nita Beberkan Akar Masalahnya

“Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

(Antara)

Load More