-
John Herdman mengunjungi latihan Persija untuk memantau langsung perilaku dan karakter pemain Timnas.
-
Sinergi antara pelatih Timnas dan klub domestik menjadi kunci utama dalam analisis pemain.
-
Observasi langsung di lapangan latihan membantu Herdman menilai kualitas liga dan pemain secara akurat.
Dialog terbuka dengan pelatih klub memberikan sudut pandang baru mengenai kondisi fisik dan mental para pemain.
Input dari pelatih lokal sangat membantu Herdman dalam memetakan kebutuhan taktik yang akan diterapkan di masa depan.
"Pelatih mengizinkan kami menonton latihan dan juga sangat terbuka dalam memberikan masukan. Jadi, saya pikir penting untuk membangun hubungan-hubungan ini," jelasnya.
Observasi mendalam ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam memanggil pemain saat agenda internasional tiba nanti.
Visualisasi performa pemain di lapangan latihan memberikan data yang lebih jujur dibandingkan sekadar statistik di atas kertas.
Misi besar Herdman adalah memahami anatomi sepak bola Indonesia secara menyeluruh melalui kunjungan ke setiap klub.
Ia percaya bahwa kualitas liga lokal mencerminkan kekuatan sebenarnya dari komposisi pemain yang tersedia untuk dipilih.
"Yang terpenting adalah mengambil waktu dan melakukan penilaian serta analisis yang lebih mendalam terhadap liga dan kualitasnya," ujar John Herdman.
Dengan melihat ritme liga secara langsung pelatih berusia 50 tahun itu bisa menyesuaikan standar permainan timnas.
Baca Juga: Di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Ada Restu Denny Landzaat dan Jordi Cruyff
Safari bola yang dilakukan Herdman ini membuktikan dedikasinya yang sangat tinggi sejak ditunjuk sebagai nakhoda Garuda.
Melihat bagaimana seorang pemain bersikap saat tidak ditonton ribuan pasang mata adalah kunci utama evaluasi Herdman.
Disiplin dan etos kerja di sesi latihan harian menjadi tolok ukur penting sebelum mereka mengenakan seragam kebesaran.
"Datang untuk menyaksikan sesi latihan hari ini, melihat bagaimana perilaku mereka, kebiasaan mereka saat berlatih, khususnya para pemain Timnas Indonesia," ia menambahkan.
Menurutnya lingkungan asli di klub adalah tempat terbaik untuk mengenal karakter sejati dari setiap individu pemain.
Tanpa pemahaman terhadap rutinitas di klub pelatih akan sulit mengintegrasikan pemain ke dalam sistem taktik nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Persib Bandung Tanpa Thom Haye saat Hadapi Borneo FC, Bojan Hodak Buka Suara
-
Bojan Hodak Ungkap Dua Pemain Borneo FC yang Perlu Diwaspadai
-
Ryo Matsumura Bersinar, Bhayangkara FC Siap Permanenkan dari Persija Jakarta
-
Persija Pincang Lawan Dewa United, Mauricio Souza Tetap Percaya Diri
-
Misi Dewa United Saat Hadapi Persija Jakarta Tidak Main-main
-
Duel Borneo FC vs Persib Bandung Tak Menarik untuk Pelatih Persija Jakarta
-
Sosok Asal Inggris Resmi Gabung Timnas Indonesia
-
Persiapan Ideal,Fabio Lefundes Pastikan Borneo FC Siap Hadapi Persib Bandung
-
Federico Barba Sebut Borneo FC Berada di Bawah Tekanan
-
Swiss Open 2026: Terhenti di Semifinal, Amri/Nita Beberkan Akar Masalahnya