-
Shayne Pattynama resmi meninggalkan Buriram United Thailand untuk bergabung dengan Persija Jakarta.
-
Bek Timnas Indonesia ini memilih Persija karena sejarah klub dan basis suporter besar.
-
Kini tersisa tiga pemain Indonesia di Thailand, termasuk Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh.
Suara.com - Dinamika bursa transfer sepak bola nasional kembali memanas dengan kepulangan salah satu talenta terbaik bangsa.
Bek sayap kiri andalan skuad Garuda kini secara resmi mengakhiri masa baktinya di kompetisi kasta tertinggi Liga Thailand.
Keputusan besar diambil oleh Shayne Pattynama untuk menyudahi petualangan kariernya di luar negeri demi kembali ke Indonesia.
Langkah ini menandai babak baru bagi sang pemain setelah sebelumnya meniti karier profesional di kancah sepak bola Asia Tenggara.
Pengumuman kepulangan pemain naturalisasi ini menjadi kabar yang sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola di tanah air.
Sebelumnya, Shayne merupakan bagian penting dari kekuatan klub raksasa asal Negeri Gajah Putih, Buriram United.
Selama berseragam klub tersebut pada periode musim 2025-2026, ia menunjukkan kualitas yang tidak main-main di lapangan.
Pemain yang saat ini menginjak usia 27 tahun tersebut tercatat telah diturunkan dalam enam pertandingan kompetitif.
Efektivitas permainannya terbukti sangat nyata dengan torehan tiga umpan kunci atau assist bagi rekan setimnya.
Baca Juga: Mauricio Souza Tak Khawatir dengan Adaptasi Shayne Pattynama di Persija, Kenapa?
Meski memiliki catatan statistik yang impresif di Thailand, Shayne merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tantangan baru.
Pilihan jatuh pada klub kebanggaan ibu kota, Persija Jakarta, sebagai tempat berlabuh untuk musim Super League 2025-2026.
Kehadiran bek tangguh ini diprediksi akan semakin memperkokoh barisan pertahanan sekaligus mempertajam lini serang tim Macan Kemayoran.
Melalui pernyataan resminya, ia mengungkapkan perasaan emosional yang mendalam setelah mencapai kesepakatan dengan manajemen klub tersebut.
Shayne mengaku bangga bisa bergabung dengan salah satu klub terbesar di Tanah Air tersebut.
Kekagumannya terhadap identitas klub menjadi salah satu faktor penentu dalam pengambilan keputusan krusial dalam karier profesionalnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Dipanggil Timnas Indonesia, Emil Audero Dapat Kabar Gembira soal Transfer ke Juventus
-
4 Pemain Top Eks Anak Asuh Simon Grayson, Ada Eks Kiper Timnas Inggris hingga Anak Legenda MU
-
Media Belanda Tiba-tiba Heboh Soal Jens Raven Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Kenapa?
-
Finalissima 2026 Batal karena Perang AS - Israel dan Iran, Begini Respons Lionel Messi
-
Debut Oscar Garcia di Ajax, Begini Komentar Jujurnya Soal Posisi Maarten Paes
-
Kemenangan Depan Mati Persija Sirna, Maxwell Souza Minta Maaf ke Jakmania
-
Ditahan Imbang Persib, Fabio Lefundes Soroti Hilangnya Fokus Pemain Borneo FC
-
3 Pemain Ternama yang Pernah Digembleng Asisten Baru Timnas Indonesia Simon Grayson
-
Datang dengan Perasaan Sedih, Jan Olde Riekerink Bangga Dewa United Tahan Persija di JIS
-
Kata-kata Kevin Diks usai Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Jadi Kapten di Bundesliga