- Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, menanggapi kekalahan dari Bodo/Glimt di Metropolitano pada Kamis dinihari WIB.
- Oblak menganggap wajar kritik dan cemoohan suporter menyusul hasil buruk tim saat bertanding.
- Menurut Oblak, masalah utama tim saat ini adalah kurangnya ketenangan dalam penyelesaian akhir di lini depan.
Suara.com - Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, angkat bicara usai kekalahan mengejutkan timnya dari Bodo/Glimt di Stadion Metropolitano, Kamis (29/1) dinihari WIB.
Penjaga gawang asal Slovenia itu menegaskan bahwa kritik dan cemoohan dari suporter adalah hal yang wajar, sekaligus mengajak timnya tetap tenang menghadapi fase play-off Liga Champions.
Oblak menegaskan bahwa reaksi keras fans adalah konsekuensi alami dari hasil buruk.
“Saya selalu akan memahami siulan dan cemoohan suporter. Saat tim tidak menang, orang pasti marah. Mereka ingin melihat timnya menang. Itu hal yang wajar,” ujar Oblak dilansir dari Marca.
“Kami masih punya dua pertandingan lagi. Ini memang bukan situasi yang kami inginkan, tapi masih ada peluang lolos ke babak 16 besar. Saya yakin suporter tetap akan mendukung kami.”
Menurut Oblak, persoalan utama Atletico saat ini bukan pertahanan, melainkan ketenangan dan efektivitas di lini depan.
“Kami sedang berada di fase di mana bola tidak mau masuk. Terlihat jelas kami kurang tenang di area akhir. Penyerang, gelandang, semua butuh lebih tenang saat menyelesaikan peluang.”
Oblak mengakui bahwa Atletico sebenarnya menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memaksimalkannya.
“Kami punya banyak kesempatan mencetak gol. Bertahan kami cukup baik, tapi selalu ada momen-momen di pertandingan yang seharusnya tidak boleh terjadi.”
Baca Juga: Ajax Tendang Kiper Tua! Jalan Maarten Paes Jadi Kiper Nomor Satu Terbuka Lebar
Selain itu Oblak menunjukkan empati penuh kepada suporter yang marah pada hasil pertandingan dinihari tadi.
“Suporter punya hak penuh untuk bersorak, mencemooh, bahkan mengusir kami. Itu hak mereka. Saat kalah, wajar mereka marah.”
“Tentu akan jauh lebih membantu jika mereka memberi dukungan. Tapi setelah kekalahan seperti ini, kemarahan itu sangat bisa dimengerti.”
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026