Bola / Bola Dunia
Kamis, 29 Januari 2026 | 21:35 WIB
Atletico Madrid Dipecundangi Bodo/Glimt, Jan Oblak Persilahkan Fans Maki-maki. [Dok. IG Atletico Madrid]
Baca 10 detik
  • Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, menanggapi kekalahan dari Bodo/Glimt di Metropolitano pada Kamis dinihari WIB.
  • Oblak menganggap wajar kritik dan cemoohan suporter menyusul hasil buruk tim saat bertanding.
  • Menurut Oblak, masalah utama tim saat ini adalah kurangnya ketenangan dalam penyelesaian akhir di lini depan.

Suara.com - Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, angkat bicara usai kekalahan mengejutkan timnya dari Bodo/Glimt di Stadion Metropolitano, Kamis (29/1) dinihari WIB.

Penjaga gawang asal Slovenia itu menegaskan bahwa kritik dan cemoohan dari suporter adalah hal yang wajar, sekaligus mengajak timnya tetap tenang menghadapi fase play-off Liga Champions.

Oblak menegaskan bahwa reaksi keras fans adalah konsekuensi alami dari hasil buruk.

“Saya selalu akan memahami siulan dan cemoohan suporter. Saat tim tidak menang, orang pasti marah. Mereka ingin melihat timnya menang. Itu hal yang wajar,” ujar Oblak dilansir dari Marca.

“Kami masih punya dua pertandingan lagi. Ini memang bukan situasi yang kami inginkan, tapi masih ada peluang lolos ke babak 16 besar. Saya yakin suporter tetap akan mendukung kami.”

Menurut Oblak, persoalan utama Atletico saat ini bukan pertahanan, melainkan ketenangan dan efektivitas di lini depan.

“Kami sedang berada di fase di mana bola tidak mau masuk. Terlihat jelas kami kurang tenang di area akhir. Penyerang, gelandang, semua butuh lebih tenang saat menyelesaikan peluang.”

Oblak mengakui bahwa Atletico sebenarnya menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memaksimalkannya.

“Kami punya banyak kesempatan mencetak gol. Bertahan kami cukup baik, tapi selalu ada momen-momen di pertandingan yang seharusnya tidak boleh terjadi.”

Baca Juga: Ajax Tendang Kiper Tua! Jalan Maarten Paes Jadi Kiper Nomor Satu Terbuka Lebar

Selain itu Oblak menunjukkan empati penuh kepada suporter yang marah pada hasil pertandingan dinihari tadi.

“Suporter punya hak penuh untuk bersorak, mencemooh, bahkan mengusir kami. Itu hak mereka. Saat kalah, wajar mereka marah.”

“Tentu akan jauh lebih membantu jika mereka memberi dukungan. Tapi setelah kekalahan seperti ini, kemarahan itu sangat bisa dimengerti.”

Kontributor: Azka Putra

Load More