- Go Ahead Eagles tersingkir dari Liga Europa usai bermain imbang 0-0 melawan SC Braga pada Jumat dinihari WIB.
- Pertandingan babak kedua sempat tertunda karena suporter tuan rumah menyalakan kembang api di dalam stadion.
- Dean James bermain solid selama 89 menit, mencatat lima puluh satu sentuhan bola dan tanpa melakukan pelanggaran.
Suara.com - Perjalanan Go Ahead Eagles di kompetisi Eropa musim berakhir. Dean James dkk harus tersingkir dari Liga Europa setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan wakil Portugal, SC Braga, pada laga terakhir fase Liga Europa, Jumat (30/1/2026) dinihari WIB.
Bermain di hadapan publik sendiri, Go Ahead Eagles tampil lebih inisiatif pada menit-menit awal pertandingan. Mereka mencoba menekan sejak awal laga, namun kesulitan menciptakan peluang.
Peluang justru datang dari kubu tim tamu melalui tembakan pelan Jean-Baptiste Gorby, yang dengan mudah diamankan kiper Go Ahead Eagles, Jari de Busser.
Sementara itu, satu-satunya peluang berarti bagi tuan rumah di babak pertama hanya datang dari tembakan Evert Linthorst, yang juga tidak membuahkan hasil.
Babak kedua sempat tertunda akibat aksi suporter Go Ahead Eagles yang menyalakan kembang api di dalam stadion. Setelah laga kembali berjalan, tempo pertandingan tetap lambat dan minim peluang emas.
Rapor Dean James
Sementara itu, penampilan Dean James di laga dnihari tadi terbilang cukup solid meski minim kontribusi serangan.
Dikutip dari data Fotmob, tampil 89 menit, Dean James mencatatkan 51 sentuhan bola. Selain itu, ia melepaskan 70 persen umpan akurat, 16 dari 23 umpan yang dilepaskan.
Bek kiri Timnas Indonesia ini juga tercatat melakukan 7 clearance, 1 kali intersep dan 4 menghalau bola di udara.
Baca Juga: Malam Penentuan di Liga Europa: Nasib 2 Pemain Timnas Indonesia di Ujung Tanduk
Tak hanya itu, Dean James selama 89 menit juga sama sekali tidak melakukan pelangaran. Takel yang ia lakukan bersih.
Sayangnya ia juga tercatat tiga kali kalah dalam duel di udara. Namun, ia tetap berkontribusi lewat positioning, clearance, dan recovery bola yang membantu timnya menjaga keseimbangan permainan, meski pada akhirnya Go Ahead gagal ke playoff Liga Europa.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
Terkini
-
Eugen Polanski Janji Tak Otak-atik Formasi, Kevin Diks Terus Jadi Kapten Gladbach?
-
Fred Grim Kehilangan Pekerjaan di Ajax, Eks Pelatih Lionel Messi Serang Maarten Paes
-
Dipanggil Timnas Indonesia, Emil Audero Dapat Kabar Gembira soal Transfer ke Juventus
-
4 Pemain Top Eks Anak Asuh Simon Grayson, Ada Eks Kiper Timnas Inggris hingga Anak Legenda MU
-
Media Belanda Tiba-tiba Heboh Soal Jens Raven Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Kenapa?
-
Finalissima 2026 Batal karena Perang AS - Israel dan Iran, Begini Respons Lionel Messi
-
Debut Oscar Garcia di Ajax, Begini Komentar Jujurnya Soal Posisi Maarten Paes
-
Kemenangan Depan Mata Persija Sirna, Maxwell Souza Minta Maaf ke Jakmania
-
Ditahan Imbang Persib, Fabio Lefundes Soroti Hilangnya Fokus Pemain Borneo FC
-
3 Pemain Ternama yang Pernah Digembleng Asisten Baru Timnas Indonesia Simon Grayson