-
Shayne Pattynama absen di FIFA Series 2026 karena sanksi larangan empat laga internasional.
-
Hukuman tersebut didapat akibat tindakan protes keras terhadap wasit pada laga di Arab Saudi.
-
John Herdman akan memulai debut kepelatihannya tanpa kehadiran bek kiri utama, Shayne Pattynama.
Suara.com - Shayne Pattynama harus menelan pil pahit jelang agenda internasional Timnas Indonesia. Bek kiri Persija Jakarta itu dipastikan absen memperkuat skuad Garuda pada ajang FIFA Series 2026 pada Maret mendatang.
FIFA Series 2026 menjadi momen penting bagi Timnas Indonesia karena akan diikuti 48 tim dari berbagai asosiasi FIFA.
Ajang ini juga menandai debut John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia.
Namun, jelang turnamen itu berlangsung Shayne Pattynama justru dilanda rasa kecewa.
Pemain berusia 27 tahun itu harus menjalani hukuman skorsing akibat insiden yang terjadi saat Timnas Indonesia tampil di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi.
Shayne Pattynama secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya karena tak bisa ambil bagian dalam agenda internasional tersebut.
"Saya tahu siapa yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia di FIFA Series. Tapi, satu hal yang pasti bahwa saya tidak akan bermain karena saya terkena skorsing," kata Shayne kepada awak media.
"Saya terkena hukuman empat pertandingan karena melawan wasit saat di Arab Saudi. Jadi, saya sedikit kecewa karena tidak bisa main," tambahnya.
Pemain kelahiran Belanda itu mengakui penyesalan atas sikap emosional yang ia tunjukkan di lapangan.
Baca Juga: Unggul 1-0, Ini 3 Pemain Persita Tangeran yang Wajib Diwaspadai Persija Jakarta di Babak Kedua
Ia menyadari bahwa keputusannya melawan wasit berdampak besar pada kesempatannya membela Timnas Indonesia.
“Saya ingin bermain di laga itu di FIFA Series, tapi mungkin saya seharusnya tidak melawan wasit. Tapi itu sudah lewat, jadi tidak apa-apa,” tegasnya.
Meski tidak masuk dalam daftar pemain yang bisa tampil, Pattynama tetap menunjukkan komitmennya terhadap Timnas Indonesia.
"Tapi, sekarang saya di sini, saya bisa menontonnya pertandingannya. Jadi, itu bagus," ujarnya.
"Ini juga akan menjadi kali pertama bagi pelatih John Herdman menangani Timnas Indonesia. Jadi, pelatih bisa melihat pemain, pemain bisa melihat pelatih, dan gaya bermainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong