-
Media Belanda mengkritik Ajax karena membayar 1,25 juta euro untuk transfer Maarten Paes.
-
Nilai pasar Maarten Paes dianggap hanya 900 ribu euro sehingga Ajax dinilai merugi.
-
Kedatangan Paes menyebabkan kiper senior Remko Pasveer segera meninggalkan klub menuju Heracles Almelo.
"Namun demikian, seharusnya ada alasan untuk khawatir. Ternyata Ajax membayar terlalu mahal untuk Paes," lanjut pernyataan media tersebut.
Ketidakseimbangan ini membuat banyak pihak mempertanyakan efektivitas tim pemantau bakat yang dimiliki oleh raksasa sepak bola Belanda itu.
Analisis Valuasi Pasar Maarten Paes
Berdasarkan data statistik, performa sang kiper memang impresif namun harganya dianggap tidak menyentuh angka jutaan euro di pasar normal.
"Menurut data dari FootballTransfers , kiper tersebut memiliki Estimasi Nilai Transfer sebesar €900.000. Dengan biaya transfer sebesar €1,25 juta, tampaknya Ajax pada dasarnya ditipu oleh FC Dallas," lanjutnya.
Kesenjangan harga sebesar 350 ribu euro tersebut menjadi alasan kuat mengapa transaksi ini dilabeli sebagai sebuah kerugian besar.
Kabar mengenai perpindahan ini semakin menguat setelah sang pemain tertangkap kamera hadir langsung di markas besar kebanggaan klub.
Maarten Paes terlihat berada di tribun Johan Cruyff Arena saat pertandingan krusial Liga Champions melawan tim tamu Olympiakos.
Perombakan Sektor Penjaga Gawang
Baca Juga: Anak Eks Winger Andalan PSV Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Siapa Dia?
Kehadiran sosok kiper kelahiran Nijmegen ini diproyeksikan untuk menjadi solusi jangka panjang di bawah mistar gawang tim.
Tim manajemen merasa perlu melakukan penyegaran karena performa barisan pertahanan terakhir mereka dianggap masih jauh dari kata memuaskan.
Keputusan mendatangkan amunisi baru ini secara otomatis memaksa klub untuk merampingkan komposisi skuad yang sudah ada sekarang.
Nama pemain veteran, Remko Pasveer, santer dikabarkan menjadi sosok yang akan segera angkat kaki dari ruang ganti Ajax.
Penjaga gawang berumur 42 tahun tersebut kemungkinan besar akan melanjutkan karier profesionalnya bersama klub Heracles Almelo di sisa musim.
Dampak Kedatangan Pemain Baru
Pasveer diberitakan sudah melayangkan permohonan secara formal kepada pihak manajemen agar dirinya diizinkan hengkang dalam waktu dekat.
Pergerakan transfer ini juga memperlihatkan adanya pengaruh kuat dari orang-orang yang memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Indonesia.
Jordi Cruyff yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik klub memiliki peran sentral di balik terwujudnya kesepakatan kontrak jangka panjang ini.
Selain tugasnya di klub, Cruyff juga masih memegang peranan penting sebagai penasihat teknis di Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI.
Koneksi ini mempermudah jalur komunikasi antara perwakilan pemain dengan pihak manajemen klub dalam proses negosiasi yang berlangsung cukup alot.
Peran Figur Penting di Balik Layar
Bukan hanya Cruyff, muncul pula nama Denny Landzaat yang disebut-sebut ikut memberikan rekomendasi positif terhadap kualitas teknis Maarten Paes.
Landzaat yang merupakan mantan asisten pelatih skuad Garuda kini mengemban tanggung jawab serupa di dalam staf kepelatihan tim utama Ajax.
Pengalaman interaksinya dengan pemain di level internasional memberikan keyakinan lebih bagi klub untuk tetap melanjutkan proses pembelian meski dihujani kritik.
Banyak pendukung berharap kualitas Paes di lapangan nanti mampu membungkam segala keraguan dan kritik pedas yang muncul saat ini.
Meski harganya menjadi bahan perbincangan, kemampuan teknis sang kiper tetap diharapkan menjadi tembok kokoh bagi lini pertahanan tim kebanggaan Amsterdam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular