Bola / Liga Italia
Senin, 02 Februari 2026 | 06:33 WIB
Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez melakukan selebrasi setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan pekan ke-22 Liga Italia 2023-2024 antara Fiorentina vs Inter Milan di Stadion Artemio Franchi, di Florence pada 28 Januari 2024. Filippo MONTEFORTE / AFP.
Baca 10 detik
  • Fans Inter Milan melempar flare ke arah Emil Audero saat laga melawan tim Cremonese.

  • Lautaro Martinez mengutuk keras aksi fans tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada Audero.

  • Inter Milan menang 2-0 atas Cremonese namun insiden flare memicu investigasi pihak kepolisian.

Rasa malu menyelimuti skuad Inter Milan meski mereka baru saja menunjukkan performa gemilang secara teknis.

Pemain asal Argentina itu secara tegas menyampaikan permohonan maaf kepada pihak lawan dan masyarakat Cremona.

Penghormatan tinggi diberikan kepada Audero yang tetap berusaha tegar meski baru saja mengalami insiden berbahaya.

Emil Audero dirawat setelah dilempar flare. (Kolase Suara.com/Football Italia)

“Kami meminta maaf kepada Audero, yang merupakan juara bersama kami dengan bintang kedua, dan kami juga meminta maaf kepada semua fans Cremona. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi.”

Investigasi Polisi dan Sikap Manajemen

Tidak hanya pemain, manajemen level atas Inter Milan juga memberikan respon yang sangat serius terkait insiden ini.

Beppe Marotta selaku Presiden Inter Milan menyatakan bahwa tindakan tersebut sudah masuk ke ranah kriminal.

Pihak klub mendukung penuh langkah kepolisian untuk segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku pelemparan flare tersebut.

Marotta menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan yang aman bagi semua orang yang terlibat.

Baca Juga: Tak Ikut Arus ke Super League, 9 Pemain Timnas Indonesia Ini Masih Bertahan di Liga Top Eropa

Ia juga memuji sikap Emil Audero yang tetap menunjukkan integritas tinggi sebagai pemain profesional sejati.

Menjaga Marwah Sepak Bola Italia

Manajemen Inter Milan tidak ingin kejadian serupa terulang dan merusak citra sepak bola Italia di mata dunia.

Bagi mereka, kemenangan di atas lapangan tidak ada artinya jika dibarengi dengan tindakan yang tidak masuk akal.

Marotta memastikan klub akan bersikap kooperatif dengan otoritas keamanan demi membersihkan tribun dari suporter nakal.

Kecaman ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di stadion.

Load More