- Insiden pelemparan flare mengenai kiper Emil Audero terjadi pada Minggu (1/2/2026) di menit ke-48 saat laga Cremonese kontra Inter Milan.
- Otoritas Serie A serius menyelidiki pelaku yang diduga berasal dari tribun pendukung Inter menggunakan rekaman CCTV stadion.
- Inter Milan terancam sanksi berat oleh liga, sementara Presiden Beppe Marotta mengecam keras aksi tersebut dan mendukung investigasi.
Suara.com - Insiden pelemparan flare yang mengenai kiper Timnas Indonesia, Emil Audero di pertandingan Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/2/2026) waktu setempat, kini memasuki tahap penyelidikan serius.
Fokus utama otoritas Serie A dan aparat keamanan tertuju pada terduga pelaku yang berasal dari sektor pendukung Inter Milan.
Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-48, sesaat setelah babak kedua dimulai. Sebuah flare dilaporkan dilempar dari tribun tim tamu ke arah lapangan dan mengenai Audero yang sedang berada di area pertahanan Cremonese.
Pihak keamanan stadion bersama otoritas liga kini melakukan penelusuran intensif untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas aksi berbahaya tersebut.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) stadion serta dokumentasi visual dari siaran pertandingan menjadi alat utama untuk mengungkap identitas pelaku.
Jika pelaku berhasil diidentifikasi, sanksi berat berpotensi dijatuhkan, mulai dari larangan masuk stadion dalam jangka panjang hingga proses hukum sesuai regulasi yang berlaku di Italia.
Selain itu, Inter Milan juga terancam hukuman dari otoritas Liga Italia, meski aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum suporter.
Ancaman sanksi bagi Inter mencakup denda besar, penutupan sebagian sektor penonton pada laga kandang, hingga hukuman administratif lainnya, tergantung pada hasil akhir investigasi otoritas Serie A dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, secara terbuka mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan sikap klub yang sama sekali tidak mentoleransi perilaku tidak sportif dari suporter.
Baca Juga: Laga Ajax vs Excelsior Kental Nuansa Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Terlihat Hadir di Tribun
“Saya memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola dan ini adalah situasi yang belum pernah saya alami. Ini adalah gestur yang bodoh dan sangat jauh dari nilai-nilai olahraga,” ujar Marotta, seperti dikutip dari Il Messaggero.
Marotta menegaskan bahwa Inter sepenuhnya mendukung langkah penyelidikan yang sedang dilakukan pihak berwenang.
Ia juga menekankan bahwa klub siap bekerja sama untuk memastikan pelaku segera diungkap dan diberi sanksi setimpal. Marotta kemudian menyebut ciri-ciri terduga pelaku yang bisa saja tindikan individu bukan kelompok suporter.
“Otoritas sedang melakukan investigasi. Bisa saja ini hanya tindakan individu, tetapi tetap saja ini adalah situasi yang harus dikutuk. Kami ingin menyampaikan sikap tegas bahwa klub menentang keras kejadian seperti ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marotta menyebut insiden pelemparan flare ini mencederai citra Inter Milan sebagai klub besar dan merusak nilai-nilai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi.
Ia juga mengapresiasi profesionalisme Emil Audero yang tetap melanjutkan pertandingan meski sempat mengalami insiden mengerikan.
Berita Terkait
-
Laga Ajax vs Excelsior Kental Nuansa Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Terlihat Hadir di Tribun
-
Emil Audero Dilempar Flare, Inter Milan Bisa Celaka, Sanksi Berat Menanti
-
Raup Rp5,5 M dari Fans Indonesia, Mees Hilgers Bikin Heboh Media Belanda
-
Mantan Anak Asuh Diserang Fans, Bos Inter Milan Minta Maaf dan Puji Mental Baja Emil Audero
-
Kronologi Mencekam Emil Audero Kena Petasan Fans Inter Milan hingga Laga Dihentikan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
Piala Dunia 2026: Ngeri Hadapi Lini Depan Prancis, Pelatih Irak Berkelakar Ingin Pasang 3 Kiper
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN
-
LTS Jakarta 2026 Selesai Digelar: Awal dari Lahirnya Bintang Timnas Indonesia
-
Kylian Mbappe Ogah Pikirkan Perebutan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk: Saya Rasa Dunia Luar Sedikit Meremehkan Jepang
-
Julian Nagelsmann Targetkan Jerman Sapu Bersih Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Vinicius Junior akan Lebih Banyak Mendengarkan Carlo Ancelotti
-
Tekuk Selandia Baru, Mesir Sabet Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia