-
Juventus gagal memulangkan Randal Kolo Muani karena tidak mendapatkan izin dari Tottenham Hotspur.
-
AC Milan batal merekrut Jean-Philippe Mateta akibat cedera lutut parah setelah tes medis.
-
Jay Idzes mendapatkan saingan baru di Sassuolo setelah kedatangan bek muda Juventus, Pedro Felipe.
Suara.com - Penutupan jendela transfer musim dingin Liga Italia tahun 2026 menyisakan cerita pahit bagi klub-klub raksasa.
Juventus dan AC Milan terpaksa menyudahi perburuan pemain mereka dengan tangan hampa di sektor lini depan.
Hingga batas waktu pada Selasa dini hari WIB, upaya keras manajemen kedua tim tidak membuahkan hasil signifikan.
Kekecewaan mendalam sangat terasa bagi para pendukung Si Nyonya Tua yang mengharapkan amunisi baru untuk menyerang.
Rencana besar untuk memulangkan Randal Kolo Muani ke Turin menemui jalan buntu yang sangat menguras energi.
Padahal sang bomber asal Prancis secara pribadi sudah memberikan lampu hijau untuk merapat kembali ke pelukan Juventus.
Kendala utama muncul karena status Kolo Muani yang masih menjadi pemain pinjaman Tottenham Hotspur dari PSG.
Juventus membutuhkan persetujuan dari pihak London Utara untuk memutus kontrak peminjaman tersebut lebih awal dari jadwal.
Namun manajemen Spurs bersikap sangat tegas untuk tidak melepas sang pemain di tengah kompetisi yang ketat.
Baca Juga: Hasil Lengkap dan Update Klasemen Serie A: Inter Kokoh di Puncak, Lazio Menang di Menit ke-100
"Spurs memutuskan untuk mempertahankan Kolo Muani hingga akhir musim," ungkap jurnalis kenamaan Fabrice Hawkins terkait situasi tersebut.
Meskipun gagal mendapatkan striker, Juventus setidaknya berhasil mengamankan satu nama di sektor pertahanan pada hari terakhir.
Emil Holm resmi didatangkan dari Bologna dengan kesepakatan pinjaman yang mencakup opsi pembelian secara permanen nantinya.
Bek kanan asal Swedia ini menjadi wajah baru kedua di Turin setelah sebelumnya mereka meresmikan Jeremie Boga.
Boga sendiri baru saja menuntaskan segala urusan kepindahannya pada hari Minggu sebelum pertandingan melawan Parma dimulai.
Sebagai bagian dari kesepakatan Holm, Juventus mengirimkan Joao Mario ke arah berlawanan untuk membela kubu Bologna.
Kabar yang jauh lebih menyedihkan datang dari kubu AC Milan yang sedang berupaya memperkuat daya gedor.
Rossoneri sebenarnya sudah sangat dekat untuk mengamankan jasa penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, di penghujung bursa.
Bahkan sang pemain dilaporkan telah terbang ke Milan demi mewujudkan kepindahannya ke kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.
Sangat tragis, Mateta dikabarkan gagal melewati proses verifikasi kesehatan yang dilakukan oleh tim medis klub San Siro.
Fabrizio Romano melaporkan bahwa kepindahan tidak akan terjadi meskipun "sang pemain menginginkan kepindahan itu" secara emosional dan profesional.
Laporan medis menunjukkan adanya masalah yang sangat serius pada bagian fisik sang penyerang asal Prancis tersebut.
Informasi dari Sacha Tavolieri menyebutkan bahwa Mateta harus segera naik meja operasi untuk menyembuhkan cedera lututnya.
Kondisi ini memaksa sang pemain untuk menepi dari lapangan hijau selama kurun waktu tiga hingga empat bulan.
Kegagalan ini membuat Milan harus memutar otak lebih keras karena tidak memiliki tambahan striker baru di sisa musim.
Drama medis ini menjadi penutup yang kelam bagi ambisi transfer manajemen AC Milan di awal tahun 2026.
Di sisi lain, bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, justru mendapatkan berita yang kurang menyenangkan dari klubnya.
Sassuolo secara resmi menambah kedalaman skuad di posisi bek tengah yang merupakan posisi utama bagi seorang Idzes.
Pihak manajemen I Neroverdi berhasil meminjam talenta muda berbakat milik Juventus yang bernama Pedro Felipe.
Kesepakatan peminjaman bek berusia 21 tahun tersebut juga menyertakan opsi permanen bagi Sassuolo di masa depan.
Namun Juventus tetap memiliki klausul buy-back untuk menjaga aset mereka jika Felipe menunjukkan performa luar biasa nantinya.
Kehadiran Pedro Felipe jelas memberikan sinyal merah bagi menit bermain Jay Idzes di skuad utama Sassuolo.
Persaingan untuk memperebutkan posisi bek tengah akan menjadi jauh lebih kompetitif dengan adanya bek muda potensial tersebut.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi jangka panjang Sassuolo dalam mengantisipasi hengkangnya pemain kunci mereka yang lain.
Tarik Muharemovic saat ini tengah menjadi incaran banyak klub besar dan diprediksi akan segera angkat kaki.
Oleh karena itu, kehadiran Felipe bisa menjadi pelapis sekaligus ancaman nyata bagi stabilitas posisi pemain Indonesia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia