- Gianni Infantino menyatakan perlunya Rusia kembali berpartisipasi dalam turnamen sepak bola, khususnya level usia muda.
- Sanksi FIFA dan UEFA diberlakukan sejak 2022 akibat invasi Ukraina, menyebabkan Rusia absen di berbagai kompetisi besar.
- Infantino berpendapat larangan tersebut menciptakan frustrasi dan lebih baik diganti dengan partisipasi sepak bola anak-anak Rusia.
Suara.com - Gianni Infantino mengungkapkan keinginannya agar Rusia kembali berpartisipasi dalam turnamen sepak bola internasional.
Menurutnya, larangan yang diberlakukan sejak 2022 tidak membawa dampak positif.
“Ya, itu harus dilakukan. Setidaknya di level usia muda. Larangan ini tidak menghasilkan apa pun,” ujar Infantino dalam wawancara dengan Sky Sports.
Rusia dijatuhi sanksi oleh FIFA dan UEFA setelah menginvasi Ukraina pada 2022. Sejak saat itu, tim nasional dan klub-klub Rusia dilarang tampil di seluruh kompetisi internasional.
Akibat sanksi tersebut, Rusia absen di Piala Dunia 2022, Euro 2024, dan juga dipastikan tidak ambil bagian di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Infantino menilai larangan berkepanjangan justru berdampak buruk bagi perkembangan pemain, terutama generasi muda.
“Larangan ini hanya melahirkan frustrasi dan kebencian. Akan jauh lebih baik jika anak-anak laki-laki dan perempuan dari Rusia bisa bermain sepak bola di negara-negara Eropa lainnya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan korban konflik politik yang berkepanjangan.
Isu kembalinya Rusia ke sepak bola internasional juga disebut masuk dalam pembahasan di tingkat global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan turut menaruh perhatian pada topik tersebut.
Baca Juga: 3 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Bawa Kabar Sangat Buruk untuk FIFA Series 2026
Infantino mengonfirmasi bahwa kemungkinan reintegrasi Rusia menjadi bagian dari agenda diskusi internasional, meski belum ada keputusan resmi yang diambil.
Meski FIFA mulai melunak, UEFA hingga kini masih memberlakukan sanksi yang sama terhadap Rusia. Setiap keputusan ke depan dipastikan membutuhkan koordinasi dan kesepakatan lintas federasi.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta