-
Pemain keturunan di Super League mempermudah pemanggilan timnas untuk ajang Piala AFF 2026.
-
Kesit Budi menyebut keberadaan mereka di liga domestik mempercepat proses adaptasi pemain.
-
Piala AFF bukan kalender FIFA sehingga pemain di liga lokal lebih mudah dilepaskan.
Situasi ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan para pemain yang saat ini masih berkarier di benua Eropa.
Klub-klub luar negeri seringkali memiliki kebijakan ketat terkait pelepasan pemain mereka untuk turnamen di luar agenda resmi.
Tantangan Izin Klub Luar Negeri
Hambatan birokrasi dan regulasi internasional seringkali membuat kekuatan Timnas Indonesia menjadi tidak maksimal dalam turnamen regional.
Piala AFF sendiri secara administratif memang belum masuk ke dalam kalender pertandingan resmi badan sepak bola dunia.
"Ketimbang mereka berada di Eropa, yang belum tentu mendapatkan izin untuk bermain memperkuat tim nasional Indonesia. Karena ajang AFF itu kan bukan merupakan ajang resmi atau kalender resmi dari FIFA," ucapnya.
Oleh karena itu, bermain di liga lokal menjadi jalan keluar logis agar pemain bisa tersedia saat dibutuhkan negara.
Kesit menegaskan bahwa meskipun ada keuntungan besar, hal ini bukan semata-mata skenario yang dirancang oleh PSSI.
Klarifikasi Isu Misi Khusus PSSI
Baca Juga: Mauro Zijlstra Resmi ke Persija Jakarta, Bos Sebut Investasi Jangka Panjang untuk Lini Depan Tim
Banyak opini berkembang di jagat maya yang menyebut bahwa perpindahan massal ini adalah bagian dari instruksi federasi.
Namun, pengamat senior ini memiliki pandangan yang lebih objektif dan berbeda dari spekulasi liar netizen di media sosial.
"Tapi kalau kemudian tadi seperti dikatakan netizen ya, kalau netizen sih boleh-boleh aja berpikiran seperti itu. Tapi kalau menurut saya sih enggak juga. Bukan juga misi PSSI untuk Piala AFF supaya juara," ia menambahkan.
Baginya, kepindahan pemain adalah dinamika pasar transfer pemain yang kebetulan memberikan dampak positif bagi kepentingan nasional.
Konteks sebenarnya adalah bagaimana memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai prestasi tertinggi di kancah internasional.
Persiapan Menuju Piala AFF 2026
Ujian sesungguhnya bagi Indonesia akan terjadi pada periode Juli hingga Agustus tahun 2026 mendatang di ajang bergengsi tersebut.
Sesuai hasil undian, tim nasional Indonesia harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh yang tergabung di dalam Grup A.
Persaingan ketat akan melibatkan rival lama seperti Vietnam dan Singapura, serta Kamboja dan satu tim dari babak play-off.
Peluang Indonesia untuk mencatatkan sejarah baru sebagai juara kini dianggap jauh lebih terbuka dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
"Tapi dengan hadirnya para pemain-pemain naturalisasi ke Indonesia, bermain di klub-klub Indonesia, itu memang ada keuntungan bagi tim nasional," katanya.
Fokus Juara Bersama Pelatih Baru
Sentuhan tangan dingin John Herdman sebagai nakhoda baru diharapkan mampu membawa perubahan fundamental dalam permainan timnas.
Ekspektasi publik sangat tinggi mengingat skuad Garuda sudah mengoleksi enam gelar runner-up tanpa sekalipun mencicipi podium tertinggi.
Ketersediaan pemain naturalisasi yang berkompetisi di dalam negeri akan menjadi modal berharga bagi sang pelatih dalam meramu komposisi.
Herdman kini memiliki lebih banyak opsi pemain berkualitas yang siap dipanggil kapan saja tanpa terkendala jarak dan izin.
"Lebih mudah mengumpulkan. Para pemain ini lebih mudah dikumpulkan dan lebih cepat, lebih mudah untuk bisa beradaptasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Lewati Sederet Legenda, Lionel Messi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
-
Menerka Lawan Argentina di Fase Knock Out: Messi Cs Lawan Uruguay atau Spanyol?
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Piala Dunia 2026 Ubah Wajah Sepak Bola: Dari 2 Babak Jadi 4 Babak, Inovasi atau Ancaman?
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia