Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:28 WIB
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes saat menjalani laga melawan Arab Saudi (the-afc.com)
Baca 10 detik
  • Maarten Paes pindah sebagai kiper pelapis Ajax Amsterdam pada Januari 2026, meninggalkan status starter FC Dallas.
  • Posisi kiper utama Timnas Indonesia kini diperebutkan Paes dan Emil Audero menjelang FIFA Series Maret.
  • Pelatih John Herdman menekankan persaingan terbuka, menjadikan performa klub penentu kiper nomor satu Garuda.

Suara.com - Posisi kiper utama Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan. Nama Maarten Paes kini berada di persimpangan karier penting. Penjaga gawang naturalisasi itu menjalani babak baru bersama Ajax Amsterdam.

Paes resmi bergabung pada bursa transfer Januari 2026. Keputusan tersebut terbilang berani.

Paes meninggalkan status starter reguler di FC Dallas. Selama empat musim, ia menjadi andalan di Major League Soccer.

Namun kini, Paes harus bersaing di klub terbesar Belanda. Di Ajax, Paes diplot sebagai kiper pelapis.

Posisi utama masih dipegang Vitezslav Jaros. Jaros tampil konsisten di Eredivisie dan Liga Champions.

Kesempatan Paes bergantung pada kebijakan rotasi pelatih Fred Grim. Situasi ini memunculkan tanda tanya di level timnas.

Apakah Paes masih layak menjadi kiper nomor satu Indonesia?

Posisinya kini tak lagi mutlak sejak hadirnya Emil Audero. Kiper Cremonese itu sempat menggeser Paes di era Patrick Kluivert.

Emil dipercaya tampil pada jeda internasional Maret dan Juni 2024. Namun cedera membuatnya absen di fase krusial.

Baca Juga: Pemain Keturunan Maluku Cedera Parah, Sinyal Batal Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia?

Kesempatan itu kembali dimanfaatkan Paes. Ia tampil solid saat menghadapi Irak dan Arab Saudi.

Kini, kondisi berbalik di level klub. Emil rutin bermain di Italia, Paes justru berpotensi cadangan di Ajax.

Pemanggilan pertama era John Herdman akan berlangsung pada Maret. Turnamen FIFA Series menjadi panggung penentuan.

Pelatih anyar Timnas Indonesia itu memberi sinyal persaingan terbuka.

“Saya merasakan keberagaman adalah kekuatan terbesar kita,” ujar Herdman.

“Ia juga bisa menjadi kelemahan jika kita salah memilih,” lanjutnya.

Load More