Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:35 WIB
Pemain Timnas futsal Iran, Behrooz Azimihematabadi (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas futsal Irak pada semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Antara/Asprilla Dwi)
Baca 10 detik
  • Pelatih Indonesia, Hector Souto, yakin Indonesia dapat mengalahkan Iran di final Piala Asia Futsal 2026.
  • Iran memiliki catatan kekalahan signifikan melawan tim yang dilatih oleh pelatih asal Spanyol sebelumnya.
  • Faktor mental dan sejarah ini menjadi modal optimis bagi Indonesia menjelang laga final di Indonesia Arena.

Suara.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengirim sinyal optimistis jelang final Piala Asia Futsal 2026.

Ia meyakini Indonesia memiliki peluang besar menaklukkan Iran. Keyakinan itu bukan tanpa dasar.

Souto menyoroti sejarah unik yang kerap menghantui Iran. Menurutnya, pelatih asal Spanyol selalu menjadi momok bagi Iran.

Catatan kegagalan Iran di AFC Futsal sering berkaitan dengan sosok dari Negeri Matador.

“Hal baiknya adalah mereka kalah dua kali melawan Miguel Rodrigo, yang berasal dari Spanyol,” ujar Souto.

“Dan mereka kalah melawan Jose Maria Pulpis pada 2012,” tambahnya.

Souto lalu menutup pernyataannya dengan senyum penuh makna.

“Dan saya tidak tahu apakah Anda tahu dari mana saya berasal,” katanya.

Sejarah memang mencatat beberapa kekalahan penting Iran dari pelatih Spanyol. Pada AFC Futsal 2006, Iran tumbang 1-5 dari Jepang.

Baca Juga: Profil Hector Souto, Bikin Sejarah Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026

Kala itu, Jepang dilatih Miguel Rodrigo, pelatih asal Spanyol. Kekalahan telak tersebut menggagalkan langkah Iran ke final.

Pada 2012, Iran kembali tersingkir di semifinal. Thailand yang dilatih Pulpis menyingkirkan mereka 5-4 lewat extra time.

Kutukan berlanjut pada edisi 2014. Iran kalah adu penalti dari Jepang yang kembali dilatih Rodrigo.

Hanya pada 2022 Iran kalah dari pelatih non-Spanyol. Saat itu Jepang asuhan Kenichiro Kogure menang 3-2.

Fakta ini menjadi modal psikologis penting bagi Indonesia. Souto yakin faktor mental bisa menjadi pembeda di laga final.

Indonesia datang dengan momentum luar biasa. Kemenangan atas Jepang membuktikan ketangguhan mental Garuda.

Load More